Search This Blog

Telkom Craft Perluas "Access to Commerce" UMKM melalui Pemasaran Digital

Dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Telkom Craft Indonesia pada 10-12 Maret 2017 di Hall A Jakarta Convention Center. Pameran bertema "Local Heroes to Global Champions" tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri BUMN Rini M Soemarno dan disaksikan para Direksi BUMN. 

Rini mengatakan, "UMKM masih memerlukan bimbingan dan pendampingan dalam hal standar pengembangan produk. kualitas, scrta pemanfaatan teknologi dan manajemen. UMKM juga membutuhkan akses ke pasar yang lebih luas melalui pameran dan penjualan online. Yang tak kalah penting, para pelaku UMKM perlu dukungan permodalan. Oleh karena itu, Kementerian BUMN mendorong BUMN untuk bersinergi membangun RKB di seluruh kota/kabupaten di Indonesia untuk memberikan solusi permasalahan-permasalahan tersebut." Telkom Craf Indonesia merupakan bagian dari program Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN. dengan tujuan membina pelaku UMKM agar memperoleh access to competence, commerce dan capital hingga akhir 2016, terdapat 100 RKB yang telah dibangun   oleh   BUMN.   Selanjulnya Telkom bersama 25 BUMN lain akan menghadirkan RKB menjadi 514 RKB di setiap kota/kabupatcn seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2017.
Rini herharap melalui RKB, kehadiran BUMN benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya oleh para pelaku UMKM. "Apresiasi patut diberikan kepada Telkom yang menginisiasi event ini sebagai implementasi RKB dalam memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk memperoleh akses pasar lehih luas melalui kcgiatan pameran dan digitalisasi bisnis,"pesan Rini.
Sementara itu, Direktur Utama Tetkom Alex J Sinaga menegaskan Telkom telah berperan dalam mendukung digitalisasi UMKM. Menurut Alex, pada era serba digital ini, UMKM memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak digital economy ecosystem di Indonesia.
"Telkom mengamhil peran sebagai enabler atau fasilitator untuk membangun masyarakat digital Indonesia. Salah satunya dukungan bagi para pclaku UMKM melaJui RKB, di mana Telkom memberikan bimbingan dan pendampingan pemanfoatan ICT dalam operasional bisnis UMKM," terang Alex. Sebagai penggerak perekonomian bangsa, Alex berharap UMKM mampu bersaing dan maju ke pasar global sesuai tema pameran, vaitu 'Local Heroes to Global Champions'," kata Alex.

Telcom Craft Indonesia merupakan respons BUMN atas program Nawacita pemerintah untuk membangun dan meningkatkan UMKM dan daya saing di pasar internasional serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Telkom Craft Indonesia menghadirkan 150 UMKM terpilih dan total 125 ribu UMKM binaan Telkom di seluruh Indonesia serta mitra binaan BUMN lain, yang terdiri dari atas kategori yakni craft, fashion dan food Pada kesempatan ini, selain menghadirkan produk-produk UMKM terpilih, terdapat talkshow, konsultasi bisnis, fashion show, fashion tutorial dan penampilan menarik lainnya. Selain itu, sebagai pameran UMKM digital pertama di Indonesia dalam event ini pengunjung diajak untuk bertransaksi secara digital   menggunakan TCASH dan melalui blanja.com.
Pasar leblh luas 
Digitaiisasi saat ini lelah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat, tak terkecuali dengan aktivilas jual beli. Tren transaksi melalui platform online yang mudah diakses masyarakat. semakin menuntut perlunya para pelaku UMKM untuk melek teknologi.
Bandeng Rorod Mpok Omah merupakan salah satu UMKM kuliner yang telah mcmanfaatkan teknologi digital datam operasional bisnisma. Melalui situs e-commerce blanja.com, kuliner khas Bekasi ini berhasil memperluas pasarnya tidak hanya di wilayah Jabodetabek, tetapi juga ke seluruh Indonesia.
Afif, pemilik UMKM tersebut mengakui pentingnya peran Telkom dalam membantu pengembangan usahanya. Selain mendapat bantuan permodalan, Telkom juga kerap mengajaknya mengikuti berbagai polatihan. "Ini sangat penting bagi pengembangan usaha kami yang awalnya hanya mencakup Jabodetabek, tetapi sekarang sudah menjangkau sekilar Pulau Jawa hingga Kalimantan," tambahnya.
Hal   yaang  sama juga dirasakan Nelty Farina dan Ethy Setiawati, pelaku UMKM asal Tangerang Selatan dan DK1 Jakarta vang dengan gigih dan penuh kreativitas mengembangkan batik khas daerah. Keunikan Batik Tangsel membuat Nelty sudah melanglang ke mancanegara

"Berkat dukungan dari Telkom saya kerap dapat kesempatan mengikuti pameran," katanya. Berkat keikut-sertaannya dalam berbagai pameran serta bantuan permodalan dari Telkom membuat Batik Tangsel semakin dikenal," kata Nelty.

Selain pameran, media pemasaran yang menurutnya cukup efektif adalah dengan cara online. "Tadinya saya kurang mengerti mengenai pemasaran online, untung Telkom melalui program-program di Rumah Kreatif BUMN (RKB) salah satunya memberikan pelatihan pemasaran bisnis online. Saya berharap nantinya Batik Tangsel akan mudah diporoleh secara melalui blanja.eom," ucap Nelly.

Jika Nelly mengembangkan Batik Tangsel, lain halnya dengan Ethy Sfliawali yang menfifmbangkan batik kh;us Jakarta yang ia bcri na-ma Batik (iobanj; Jakarta. "Sejak bergabnng dengan Telkom pada 20I1 banyak perubahan terjadi dalam usaha saya. Saya diberi akses pameran oleh Telkom, baik dalam maupun luar negeri, mulai dari pameran lokal di Indonesia hingga pameran di lingkat Asia dan Eropa. Scjak ikut pameran bersama Telkom itu, wawasan dan networldng sava semakin terbuka," kata Kthy.
Selain itu, Ethy mengakui betapa pentingnya pemasaran seeara online. Langkah selanjutnya yang sedang saya pcrsiapkan bersama Tclkom adalah mengembangkan pemasaran online Batik Go bang. Saya sedang mempersiapkan produk mana yang akan dipasarkan melalui situs dan apiikasi blanja.eom," pangkas Ethy.

Kementerian BUMN meyakini bahwa kerja sama yang simultan dan seimbang antara BUMN dengan mitra binaannya akan membuka ruang ekonomi yang lebih besar bagi para pelaku UMKM daerah dalam rangka pengembangan industri kreatif Nusantara. "Kami berharap pameran ini dapat menjadi wadah bagi para perajin UMKM lokal untuk menciptakan karya konkret dari sebuah kerajinan serta mengembangkan bisnisnya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di ASEAN, bahkan di kancah global," tegas Rini.

Sumber : Harian Kompas

Follow by Email