Thursday, July 12, 2018

Budidaya Ayam Petelur | Asal usul Budi Daya Ayam Petelur

Budidaya Ayam Petelur

Jenis tanaman hias sendiri telah memiliki nilai keindahan tersendiri jika dibandingkan tanaman lainnya.

Namun terkadang keindahan tanaman hias tersebut masih dapat dikembangkan melalui kreasi-kreasi tanaman hias hingga menjadi lebih menarik dan layak jual. Sebelum kamu mendalami tentang kreasi produk tanaman hias, bacalah artikel berikut.

Asal usul Budi Daya Ayam Petelur

Sejarah ayam petelur yang akan dibudidayakan penting untuk diketahui.
Ayam petelur merupakan ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk menghasilkan telur atau diambil telurnya. Asal-usul ayam petelur, yaitu berasal dari ayam hutan dan itik liar yang dipelihara dan dapat bertelur banyak.
Bibit ayam petelur berkualitas berasal dari induk yang memiliki sifat-sifat unggul. Adapun sifat-sifat unggul yang harus dimiliki calon induk ayam petelur adalah sebagai berikut :
  1. Produktivitas dan bobot telur yang dihasilkan cukup tinggi.
  2. Konversi ransum atau konversi makanannya rendah. Konversi ransum adalah perbandingan antara berat ransum yang dihabiskan dan berat telur yang dihasilkan.
  3. Pertumbuhan badannya bagus.
  4. Daya tahan terhadap penyakit tinggi.
  5. Masa bertelurnya cukup panjang.
Pemberian pakan ayam juga dibagi menjadi dua tahap sesuai dengan usia ayam. Tahap Pakan Fase Starter; Pakan fase starter (protein 22 - 24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, kalsium 1%, dan fosfor 0,7 - 0,9%) dan Pakan Fase Finisher; (protein 18,1 - 21,2%, lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium 1%, dan fosfor 0,7 - 0,9%). Hasil utama dari budi daya ayam petelur adalah telur. Sebaiknya telur dipanen 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan isi telur yang disebabkan oleh virus dapat diminimalisir. Pengambilan pertama pada pagi hari antara pukul 10.00- 11.00; pengambilan kedua pukul 13.00-14.00; pengambilan ketiga (terakhir) sambil mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00.

Berdasarkan artikel tersebut, dapat dipahami bahwa budi daya ayam petelur harus dilakukan dengan teliti. Kamu telah mendapatkan gambaran tentang proses budi daya ayam petelur. Hasil utama dari budi daya ayam petelur adalah telur. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa usaha ayam petelur fokus untuk menghasilkan indukan ayam petelur berkualitas.

Latihlah pengetahuan dan wawasanmu tentang budi daya ayam petelur melalui Kegiatan 3.4 berikut ini. Selesaikanlah dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.

Kegiatan
Jiidul Kegiatan : Berlatih Menganalisis Proses Budi Daya Ayam Petelur
Jenis Kegiatan  : Kerja Kelompok
Tujuan Kegiatan : Peserta didik dapat menjelaskan tahap proses budi daya ayam petelur dengan benar. .
Langkah-langkah kegiatan sebagai berikut.

  1. Bentuklah kelomjpok dengan teman sekelasmu berisi 3-4-orang
  2. Kunjungilah tempat budi daya ayam petelur di daerah tempat tinggalmu dengan tertib dan tenang!
  3. Amatilah kondisi budi daya ayam petelur tersebut dengan teliti!
  4. Ajukanlah pertanyaan pada pemilik budi daya tentang tahap proses budi daya ayam petelur tersebut mulai dari pemilihan pejantan dari induk, perawatan hingga panen telur!
  5. Coba carilah informasi tentang budi daya ayam petelur lairi dari berbagai sumber yang relevan!
  6. Analisislah data yang kamu peroleh untuk menjawiab pertanyaan-pertanyaan berikut.

  • Bagaimanakan pemilihan dan asal pejantan serta indukan ayam?
  • Bagaimanakah proses pembuahan, perawatan ayam, dan panen telur?
  • Bagaimana cara sortir hasil telur?
  • Apakah yang telah dicapai tempat budi daya ayam petelur tersebut?
7. Tuliskah laporan analisismu pada kertas A4 dengan rapi!
8. Setelah selesai, presentasikariiah hasil diskusi kelompokmu di depan kelas!
9. Gurumu akari menilai dari sikap sosial: tanggung jawab dan santun dalam mencari data, aspek pengetahuan: kedalamari data analisis, dan aspek keterampilan: menuliskari dan mempresentasikan hasil pekerjaan.
Setelah menyelesaikan Kegiatan 3.4 di atas, kamu telah menambah pengetahuan dan wawasanmu tentang proses budi daya ayam petelur. Perdalamlah pengetahuan proses budi daya ayam petelur dengan mempelajari materi berikut.

1.  Budidaya Ayam Petelur

Budi daya ayam petelur melalui beberapa tahap. Berikut tahap dalam budi daya ayam petelur.

a. Pemilihan bibit ayam petelur
Bibit ayam terdiri dari betina dan jantan. Syarat bibit ayam unggul yaitu banyaknya produksi telur, penyesuaian terhadap iklim, dan tahan terhadap penyakit. (Pedro, Suparman.2006:21). Adapun ciri fisik ayam bibit unggul adalah seperti berikut.

Bibit Jantan
sehat, lincah, tubuh tegap, gagah, tinggi besar, bulu utuh bersih dan mengkilat, mata bulat, dan jernih, jengger dan liap kemerah-merahan, kaki kuat dan besar, suara kokok keras dan panjang, umur antara 1 -3 tahun.

Induk Betina
sehat, lincah, tubuh tegap, gagah, dan besar, bulu bersih utuh, dan mengkilat, warna jengger dan pial kemerah-merahan roboh ke samping, kaki kuat, dan tidak terlalu tinggi, muka segar jernih dan halus, tulang pinggul besar, lebar dan sedikit berminyak, jarak antara tulang pinggul minimal tiga sampai empat jari, aktif berkotek dan mencari makan, umur antara 6-7 bulan.

Dalam satu proses reproduksi ayam petelur, jumlah pejantan dengan induk betina harus ditentukan. Setiap satu ekor pejantan dapat membuahi 8-10 induk betina. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan jumlah telur yang dihasilkan.

b. Pembuatan kandang

Kandang yang baik adalah yang membuat ayam nyaman sehingga telur yang dihasilkan maksimal. Luas kandang disesuaikan dengan jumlah ayam yang akan dibudidayakan. Kandang ayam harus jauh dari sumber tikus atau hama, pencahayaan sinar matahari pada kandang cukup (menghadap timur), dan lahan yang luas. Kandang bisa berbentuk lantai atau panggung dari bilah-bilah kayu. Sedangkan genteng kandang sebaiknya terbuat dari tanah atau asbes.

c. Pemeliharaan ayam

Kebersihan kandang dari kotoran paling tidak dibersihkan 2 kali sehari. Semprotkan larutan antiseptik pada kandang sebanyak seminggu sekali. Pemberian makanan pada ayam harus diklakukan secara rutin dan tepat waktu. Berikan pula vaksinasi pada ayam agar tetap sehat.

d. Pemberian pakan ayam

Pakan ayam petelur mengandung energi pembangun, vitamin, dan mineral serta air. (Pedro, Suparman.2006: 51) Ransum pakan ayam petelur terdiri dari racikan berbagai bahan makanan yang mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin mineral, dan air. Ransum merupakan campuran bahan makanan ternak. Pemberian ransum pada ayam petelur dikelompokkan berdasarkan umur adalah sebagai berikut.
  1. Ransum starter: Untuk ayam berumur 1-2 bulan dengan kandungan gizi lengkap.
  2. Ransum grower. untuk ayam berumur 2-4 bulan dengan pengurangan jumlah karbohidrat.
  3. Ransum layer: untuk ayam yang siap bertelur. Ransum banyak mengandung protein, mineral, dan vitamin.
e. Pencegahan dan pemberantasan hama dan penyakit

Tahap ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan pemberian vaksin. Adapun tahap pemberian vaksin pada ayam adalah seperti berikut.
  1. Umur 4 hari diberikan vaksin NCD.
  2. Umur 7 hari diberikan vaksin cacar.
  3. Umur 28 hari diberikan vaksin NCD ke-2.
  4. Umur 35 hari diberikan vaksin CRD.
Pemberian vaksin dapat dilakukan melalui mata, lubang hidung, airminum atau makanan dan suntikan pada paha atau perut bawah ayam.

f. Pemanenan telur ayam

Setelah ayam bertelur, panen telur 2-3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar telur terhindar dari virus, tidak rusak, atau dimakan oleh ayam lain. Ambil telur dan tempatkan pada wadah. Pisahkan telur sesuai kondisi dan jadwal pengambilan telur. Buat catatan telur sesuai kondisi nyata keadaan telur yang dihasilkan dari kandang.

2. Standar Produk Telur


Hasil utama dari budi daya ayam petelur adalah telur. Telur menjadi bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Telur yang dikonsumsi masyarakat harus sesuai dnegan standar produk telur layak konsumsi. Adapun ciri-ciri telur yang layak dikonsumsi adalah sebagai berikut.
  1. Telur tidak pecah atau retak.
  2. Bila di kocok, telur yang sudah lama akan terasa seperti kuning telur yang bergerak.
  3. Telur ukuran sedang berkemungkinan kulit telur tebal, jika dibandingkan cangkang yang besar, kulit cenderung tipis dan mudah rusak.
  4. Telur yang sudah tidak layak akan mengambang ketika dicelupkan ke air.
  5. Bila dipecah, telur yang segar tidak berbau busuk, kental, dan warna kuningnya cerah.
Perhatikanlah gambar di samping! Gambar tersebut menggambarkan posisi dan kondisi telur saat ditenggelamkan dalam air. Telur segar akan tenggelam dengan posisi horisontal. Telur berumur satu minggu tenggelam dengan posisi miring. Telur berumur 2-3 minggu tenggelam dengan posisi berdiri. Sedangkan telur yang sudah tua, dan tidak layak akan terapung dalam air.
    Praktik
    1. Bentuklah kelompok dengan teman sekelasmu berjumlah 5-6 orang!
    2. Kumpulkanlah empat telur dari berbagai unggas berupa telur ayam negeri, telur ayam kampung, telur bebek, dan telur puyuh.
    3. Lakukanlah diskusi kelompok tentang hal-hal berikut.
    • Sebutkan perbedaan dari keempat telur tersebut!
    • Jelaskan bagaimana proses budi daya unggas tersebut!
    • Bagaimana membedakan telur yang layak konsumsi dan tidak layak konsumsi dari beberapa telur tersebut!
    • Sebutkan manfaat masing-masing telur unggas yang diamati untuk keperluan sehari-hari!
    • Buatlah tugasmu dalam bentuk slide yang atraktif dan kreatif!
    5. Setelah selesai tampillah ke depan kelas untuk menyampaikan hasil kerja kelompokmu!

    Berlangganan Artikel

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner