Bisnis, Wilayah Indonesia, Budidaya, Peternakan, Asuransi, Kesehatan, Flora dan Fauna

Bisnis, Wilayah Indonesia, Budidaya, Peternakan, Asuransi, Kesehatan, Flora dan Fauna
Bisnis, Wilayah Indonesia, Budidaya, Peternakan, Perkebunan, Asuransi, Kesehatan, Flora dan Fauna, Pariwisata, Geografis, Selebritis, Otomotif

Buah Duku Menjaga Kadar Kolesterol

buah duku dapat menjaga kadar kolesterol
Buah duku merupakan salah satu buah yang menjadi favorit masyarakat, sekilas buah ini akan tampak seperti buah langsat, tetapi jika anda mencobanya akan terasa perbedaannya. Buah duku memiliki rasa yang manis berbeda dengan buah langsat yang asam, buah ini hanya bisa di dapatkan pada musim-musim tertentu saja karena bukan jenis tanaman yang berbuah sepanjang tahun, banyak sekali manfaat buah duku yang bisa anda dapatkan.

Manfaat buah duku bisa untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit, berikut ini beberapa dintaranya:

Menjaga Kesehatan Gusi

Buah duku mengandung banyak sekali vitamin D yang sangat bermanfaat, salah satunya untuk menjaga kesehatan gusi, bagian dalam mulut ini memang rawan terkena berbagai macam masalah seperti gusi berdarah, sariwan dan iritasi yang membuat anda menjadi malas makan, pada akhirnya tubuh juga kekurangan nutrisi, untuk mencegahnya bisadengan rutin mengonsumsi buah tersebut.

Melancarkan Pencernaan

Serat atau fiber di dalam buah merah cukup efektif untuk melancarkan sistem pencernaan tubuh, dengan lancarnya sisitem pecernaan maka anda bisa mencegah berbagai macam penyakit seperti sembelit, bahkan yang paling parah adalah kanker kolon karena kotoran yang menumpuk dan tidak dikeluarkan.

Menguatkan Gigi

Kandungan fosfor dalam buah merah dapat menguatkan tulang dan gigi, membantu anda terhindar dari osteoporosis pada saat memasuki usia lanjut.

Menjaga Kadar Kolesterol

Buah duku mengandung banyak sekali vitamin C, vitamin ini berguna bagi tubuh salah satunya untuk mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. Kandungan kolesterol yang tinggi dapat memicu berbagai masalah bagi tubuh.

Mencegah Anemia

Kadar zat besi di dalam buah duku secara efektif dapat meningkatkan kadar sel darah merah dalam tubuh dan dapat memperlancar suplay darah, selain itu juga dapat mengikat oksigen dengan mudah, anda bisa tetap sehat dan terhindar dari berbagai gejala anemia seperti lemas, lesu, dan letih.

Beberapa hal tersebut merupakan manfaat buah duku, selain buahnya biji duku juga mengandung banyak sekali manfaat bagi kesehatan, salah satunya sebagai obat untuk mengatasi penyakit malaria. Tak ketinggalan pula kulit buah duku, kulit buah duku bisa dijadikan sebagai obat anti nyamuk yang cukup efektif caranya dengan membakarnya, maka asap yang ditimbulkan bisa membunuh nyamuk.

Buah duku mengandung berbagai macam senyawa yang sangat berguna bagi tubuh yaitu karbohidrat, berbagai macam vitamin, protein, lemak, mineral, zat besi, fosfor, kalium dan senyawa lainnya, buah duku juga bermanfaat bagi kecantikan, yaitu:
  • Menurunkan berat badan, kandungan di dalam buah duku bisa mengaktifkan senyawa carnitine yang berperan di dalam pembakaran lemak tubuh, dengan metabolisme lemak yang lancar sangat efektif untuk menurunkan berat badan, diet anda menjadi lebih mudah.
  • Mencegah penuaan dini, kandungan vitamin C dalam buah duku merupakan antioksidan yang sangat baik untuk melawan bahaya radikal bebas, dan juga efektif untuk mencegah tanda-tanda penuaan seperti gari haluspadawajah dan juga flek hitam.
  • Menjaga kesehatan kulit , vitamin E dalam buah duku dapat menjaga elastisitas kulit anda dan juga melindunginya dari pengaruh buruk sinar matahari, kelembapan juga akan tetap terjaga, kulit menjadi sehat dan cerah.

Segala manfaat buah duku bisa anda rasakan dengan rutin mengonsumsinya, untuk hasil yang maksimal maka imbangi dengan olahraga secara teratur dan juga menjaga pola makan anda, karena faktor dari luar juga turut menentukan kesehatan anda.

Itulah beberapa manfaat dari buah duku, Anda juga perlu mengetahui informasi penting tentang manfaat buah kurma untuk kesehatan tubuh.

Beda Antara Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional Ditinjau Dari Sudut Pandang Ekonomi, Hukum, Bisnis dan Sosial

Beda Antara Asuransi Syariah  dengan Asuransi Konvensional


Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1992, pengertian asuransi konvensional adalah pelimpahan risiko yang mungkin akan terjadi pada tertanggung (peserta asuransi) kepada penanggung (perusahaan asuransi). Dengan demikian, unsur-unsur yang terdapat dalam pengertian asuransi konvensional adalah:
  • Unsur pertama: pihak tertanggung berjanji membayar uang premi kepada pihak penanggung sekaligus atau berangsur-angsur.
  • Unsur kedua: pihak penanggung berjanji akan membayar sejumlah uang kepada pihak tertanggung, sekaligus atau berangsur-angsur, apabila terlaksana unsur ketiga.
  • Unsur ketiga: suatu peristiwa yang semula belum jelas akan terjadi.


Pengertian Asuransi Konvensional

Dari beberapa sudut pandang yang berbeda mari kita lihat pengertian asuransi konvensional.

Sudut pandang ekonomi

Asuransi merupakan suatu metode untuk mengurangi risiko dengan jalan memindahkan dan mengombinasikan ketidak-pastian akan adanya kerugian keuangan (finansial).

Sudut pandang hukum
Asuransi merupakan suatu kontrak pertanggungan risiko antara tertanggung dan penanggung. Penanggung berjanji membayar kegiatan yang disebabkan oleh risiko yang dipertanggungkan kepada tertanggung. Sementara itu, tertanggung membayar premi secara periodik kepada penanggung sehingga tertanggung mempertukarkan kerugian besar yang mungkin terjadi dengan pembayaran tertentu yang relatif kecil.

Sudut pandang bisnis

Asuransi merupakan sebuah perusahaan yang usaha utama-nya adalah menerima/menjual jasa, memindahkan risiko dari pihak lain, dan memperoleh keuntungan dengan berbagai risiko (sharing of risk dari masyarakat yang kemudian menginvestasikan dana itu dalam berbagai kegiatan ekonomi.

Sudut pandang sosial

Asuransi didefinisikan sebagai organisasi sosial yang menerima pemindahan risiko dan mengumpulkan dana dari anggota-anggotanya guna membayar kerugian yang mungkin terjadi pada masing-masing anggota tersebut. Dengan ketidakpastian kerugian yang terjadi pada setiap anggota, anggota yang tidak pernah mengalami kerugian dari sudut pandang sosial merupakan penyumbang terhadap organisasi.

Dari berbagai sudut pandang tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa asuransi konvensional adalah pemindahan/pengalihan risiko dari tertanggung kepada penanggung atau istilahnya transfer risk. Pada konsep asuransi syariah, menurut DSN-MUI, risiko yang akan terjadi ditanggung bersama atas dasar ta'awun, yaitu prinsip hidup saling melindungi dan saling menolong atas dasar ukhuwah islamiyah antara sesama anggota dalam menghadapi malapetaka.

Perbedaan antara Premi Syariah dan Premi Konvensional


Premi asuransi syariah yang dibayarkan tertanggung kepada penanggung terdiri atas dua unsur atau bagian, yaitu unsur tabungan dan unsur tabarru. Dana yang berasal dari unsur tabungan dan tabarru tidak bisa digunakan sebagai biaya komisi agen atau uang jalan bagi agen sehingga dana peserta tetap utuh atau bernilai tunai pada saat itu juga (tahun per-tama). Seandainya peserta mengundurkan diri, uang premi akan dikembalikan sepenuhnya, kecuali dana kebajikan atau dana tabarru.

Pada asuransi konvensional, premi yang diterima perusaha¬an bisa digunakan sebagai biaya/loading dalam bentuk pem-bayaran komisi agen, biaya administrasi, biaya reasuransi, biaya cetak polis, dan lain sebagainya sehingga nasabah/ peserta tidak mempunyai nilai tunai pada tahun pertama ikut asuransi. Dengan kata lain, uang nasabah yang telah dibayarkan tidak bisa dikembalikan kepada peserta jika mengundurkan diri pada tahun pertama (dana hangus).

Perbedaan Rambu-Rambu Investasi dan Lainnya

Perusahaan sebagai pengelola dana premi dalam asuransi syariah dikenal dengan nama mudharib, yaitu pihak yang diamanahkan oleh peserta (shahibul mat) untuk melakukan kegiatan bisnis yang menguntungkan. Dalam melakukan berbagai kegiatan bisnis, mudharib selain harus taat terhadap peraturan yang dibuat oleh negara, juga harus patuh dan tunduk pada peraturan yang dibuat Dewan Syariah dengan tujuan menghasilkan nisbahAaeuntangan bersih dari unsur-unsur pelanggaran secara syar'i Pada asuransi konvensional, segala bentuk kegiatan bisnis untuk menghasilkan laba perusahaan hanya tunduk pada peraturan undang-undang yang dibuat negara karena ketidakberadaan Dewan Syariah pada lembaga tersebut.

Keuntungan yang didapat atau nisbah didasarkan atas hasil usaha yang diperoleh sehingga besaran yang akan diperoleh perusahaan dan peserta sangat berfluktuasi bergantung pada hasil kegiatan bisnis yang sedang dijalankan. Semakin besar keuntungan yang didapat, semakin besar pula pendapatan bagi hasil untuk nasabah dan perusahaan. Sebaliknya, semakin kecil keuntungan yang diperoleh, semakin kecil pula bagi hasil yang diterima kedua belah pihak. Bahkan, bisa saja terjadi, hasil kegiatan bisnis yang dijalankan mengalami kerugian sehingga peserta dan perusahaan akan menanggung kerugian tersebut sesuai dengan porsinya masing-masing. Sistem tersebut kita kenal dengan nama mudharabah.

Pada asuransi konvensional, keuntungan sudah dapat ditentukan terlebih dulu atas dasar perhitungan suku bunga yang telah ditetapkan di muka. Apa pun hasil risiko yang terjadi dari kegiatan bisnis yang dijalankan, salah satu pihak tetap akan mendapatkan hasil sesuai dengan besaran bunga yang telah ditetapkan. Pada sistem ini tidak dikenal istilah bagi rugi jika salah satu pihak mengalami kegagalan dalam kegiatan dan dana tabungan (peserta) sehingga tidak mengenal adanya dana hangus. Term insurance (life) dan general insurance bersifat tabarru.

Pada asuransi konvensional tidak terjadi pemisahan dana yang berakibat pada terjadinya dana hangus (produk saving life).

Kepemilikan Dana
  • Dana yang terkumpul dari peserta pada perusahaan asuransi syariah merupakan milik peserta (shahibul mall, sedangkan perusahaan hanya sebagai peme-gang amanah (mudharib) untuk mengelola dana.
  • Pada asuransi konvensional, dana yang terkumpul dari premi peserta merupakan hak perusahaan. Dengan demikian, perusahaan bebas menggunakan dan menginvestasikan dana tersebut ke mana pun.

Unsur Premi
  • Unsur premi yang terkandung dalam asuransi syariah terdiri atas unsur tabarru dan unsur tabungan yang terhindar dari unsur riba. Tabarru dihitung berdasar-kan tabel mortalita tanpa menggunakan perhitungan bunga teknik.
  • Unsur premi pada asuransi konvensional terdiri atas tabel mortalita, bunga teknik, dan biaya-biaya asuransi.
Sumber Pembayaran Klaim
  • Sumber pembayaran klaim pada asuransi syariah diperoleh dari rekening pangsa pasar; peserta saling menanggung jika salah satu peserta mendapat musibah.
  • Sumber pembayaran klaim pada asuransi konvensional berasal dari rekening perusahaan terhadap tertanggung murni bisnis dan tidak ada nuansa spiritual.

Keuntungan/Profit
  • Profit yang diperoleh perusahaan asuransi syariah berasal dari surplus underwriting, komisi reasuransi, dan hasil investasi. Seluruhnya bukan menjadi milik perusahaan, tetapi ada bagi hasil dengan semua peserta (mudharabah).
  • Keuntungan atau profit yang diperoleh perusahaan asuransi konvensional yang berasal dari hasil surplus underwriting, komisi reasuransi, dan hasil investasi menjadi milik perusahaan sepenuhnya. 

Secara birokrasi, asuransi syariah berhubungan dengan dua lembaga negara, yaitu Departemen Keuangan dan Departemen Agama. Peran serta Departemen Agama melalui lembaga Majelis Ulama Indonesia dalam bentuk pendirian Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Tanggung jawabnya secara langsung diwujudkan dengan pembentukan Dewan Syariah di setiap perusahaan asuransi syariah yang bertugas mengawasi jalannya kegiatan bisnis secara syar'i. Hal ini tidak dikenal pada asuransi konvensional yang hanya cukup berhubungan dengan Departemen Keuangan.

Membuat Kolam Terpal, JENIS KOLAM TERPAL, BAHAN DAN ALAT UNTUK MEMBUAT KOLAM TERPAL,


Sesuai dengan namanya, kolam terpal adalah kolam yang kese luruhan bentuknya, dari bagian dasar hingga dindingnya meng gunakan bahan utama berupa terpal. Selain dapat berbentuk seperti kolam tanah atau kolam tembok, kolam terpal juga bisa berbentuk bak dengan sokongan kerangka bambu, kayu, atau besi.

Dibanding kolam lain, misalnya kolam tembok, kolam terpal lebih praktis, harganya terjangkau, dan dapat dipindahkan. Sewaktu-waktu pemilik kolam atau pemilik tanah dapat mengalih fungsikan lokasi tersebut. Biaya pembongkaran kolam terpal tidak mahal dan mudah pula melakukannya.

Berdasarkan peletakannya, kolam terpal terdiri atas kolam terpal di atas permukaan tanah dan kolam terpal di bawah permukaan tanah. Sedangkan berdasarkan bahan dan cara pembuatannya, terutama untuk dinding atau kerangka kolam, dikenal beberapa jenis kolam terpal, yaitu: (a) kolam terpal dengan kerangka bambu/kayu/besi; (b) kolam terpal dengan dinding batako atau batu bata; (c) kolam terpal dengan dinding tanah; dan (d) kolam beton atau kolam tanah berlapis terpal. Kolam a dan b merupakan kolam di atas permukaan tanah. Kolam c adalah kolam di bawah permukaan tanah, sedangkan kolam d bisa merupakan kolam di bawah permukaan tanah maupun di atas permukaan tanah.
1. Kolam Terpal di Atas Permukaan Tanah

Kolam terpal di atas permukaan tanah adalah kolam yang di bangun/dibuat di atas permukaan tanah tanpa menggali atau melubangi permukaan tanahnya. Kolam terpal jenis ini lebih cocok dibangun di lahan yang miskin air. di tanah yang relatif datar, di tanah berpasir, tetapi luasnya mencukupi. Konstruksi untuk kolam yang dibangun di atas permukaan tanah dapat dibuat dari bambu/kayu, pipa besi, ataupun batako/batu bata.
2. Kolam Terpal di Bawah Permukaan Tanah

Kolam terpal di bawah permukaan tanah adalah kolam yang dibangun/dibuat di bawah permukaan tanah, di mana pembuatannya dilakukan dengan melubangi atau menggali tanah untuk memendam sebagian atau seluruh kolam terpal. Bila kolam terpal yang dimasukkan ke dalam hanya sebagian saja, sekeliling kolam harus diberi kerangka dari kayu/bambu/besi atau batu bata untuk menyangga sisi atau tepi kolam. Namun jika kolam ditanam seluruhnya dalam tanah maka sepanjang tepian terpal harus diikat dengan pasak di sepanjang tepian lubang, atau ujung terpal dilipat dan ditindih dengan batu bata, kayu, atau pot tanaman.


Kolam terpal jenis ini cocok dibangun di tanah yang porous seperti tanah berpasir. Kolam terpal yang dibangun di bawah permukaan tanah selain dapat menghemat air juga mencegah berbagai organisme tanah yang melubangi kolam. Suhu air kolam terpal yang dibangun di bawah permukaan tanah lebih stabil.


Bahan untuk membangun kolam terpal mudah didapatkan di toko bahan bangunan. Demikian pula alat yang digunakan, yang merupakan alat-alat yang umum digunakan dalam rumah tangga. Berikut ini beberapa bahan dan alat yang dibutuhkan untuk membuat kolam terpal.

I.  Plastik Terpal


Bahan utama untuk membuat kolam terpal adalah plastik terpal. )enis terpal yang digunakan untuk kolam terpal adalah terpal untuk atap tenda, terpal untuk penutup barang di atas mobil, atau plastik yang sering digunakan petani untuk menjemur padi dan jagung. Prinsipnya, terpal atau plastik yang dipilih adalah yang memiliki ketebalan yang memadai dan mampu menahan tekanan air. Terpal yang biasa digunakan adalah jenis A5 dan A6 dengan masa pemakaian mencapai lima tahun.

Ukuran plastik terpal bermacam-macam, tetapi sebaiknya di pilih yang sesuai dengan ukuran kolam yang hendak dibuat. Ada terpal gulung yang sangat panjang dengan lebar 2 meter dan ada jenis terpal lipat yang telah dipotong-potong dengan panjang dan lebar yang bervariasi. jika dekat dengan pabrik terpal maka Anda dapat memesan langsung sesuai dengan ukuran yang Anda butuhkan

Jika ukuran terpal yang diperoleh lebih kecil daripada ukuran kolam, terpal bisa disambung dengan dilem atau dipres. Namun jika ukuran dan bentuk terpal yang tersedia di pasaran terbatas, sebaiknya kolam yang dibuai disesuaikan dengan ukuran terpal.

Ukuran kolam yang dibuat harus disesuaikan dengan modal usaha. Namun kebanyakan orang menggunakan terpal ukuran 6 x 10 m. Terpal dengan ukuran ini banyak tersedia di pasaran. Kolam yang dibangun berukuran 4 x 8 x 1 m (luas kolam 32 m2, kedalaman kolam 1 m). Sisa terpal. 2 meter, digunakan untuk menutup dinding penyangga yang terbuat dari kayu/bambu atau batako/batu bata. Untuk kolam yang lebih kecil dapat menggunakan terpal berukuran 3 x 5 m.

2. Kayu/Bambu/Pipa

 Kayu, bambu dan pipa

Untuk membuat kerangka, terutama untuk kolam yang dibangun di atas permukaan tanah, dibutuhkan kayu, bambu, atau pipa. Bambu sudah umum digunakan sebagai kerangka kolam terpal. Untuk tiang sebaiknya digunakan bambu bulat, sedangkan untuk penyangga horizontal dapat berupa bambu yang di belah.

Demikian juga kayu. Kayu apa saja dapat digunakan untuk membuat kerangka kolam terpal, baik yang bulat ataupun balok. Sebaiknya dipilih kayu yang lurus sehingga memudahkan pengerjaannya.

Kerangka kolam terpal juga dapat dibuat dari pipa ledeng atau besi siku. Tiang dan kerangka kolam dibuat dari pipa ledeng dan kemudian dilapisi dengan kawat yang telah dibentuk krei. Kolam terpal yang dibangun menggunakan pipa ledeng atau besi siku tentu membutuhkan biaya yang lebih besar, tetapi tentu lebih kuat dan tahan lama.

3. Papan/Seng/Asbes

Untuk membuat kolam terpal dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai bahan yang tersedia sehingga dihasilkan berbagai bentuk kolam sesuai bahan yang digunakan. Ada kolam yang seluruh kerangkanya, baik tiang tegak maupun horizontal, terbuat dari bambu atau kayu.

Ada juga kolam yang tiang kerangkanya dari kayu dan untuk dindingnya menggunakan papan. Untuk dinding kolam dapat menggunakan bambu, seng bekas, atau asbes. Bahan-bahan ini digunakan untuk menahan terpal. Bila asbes dan seng digunakan sebagai dinding kolam maka harus dipasang vertikal. Caranya, asbes atau seng dipotong sesuai tinggi kolam. Asbes atau seng yang dipasang harus dibuat jangan sampai ada yang menonjol atau bagian yang tajam yang dapat membocorkan terpal. Kelemahannya, seng adalah bahan yang mudah menyerap panas sehingga dapat meningkatkan suhu air di dalam kolam.

4. Pipa Paralon

Untuk mengatur ketinggian air dan memudahkan pengeringan kolam diperlukan pipa atau selang sebagai saluran pembuang. Pipa paralon atau pipa PVC umum digunakan sebagai saluran. Untuk kolam terpal berukuran 4 x 6 m dapat digunakan pipa paralon berdiameter 4 inci. Sedangkan bila kolam yang dibangun lebih kecil, cukup menggunakan pipa paralon 2 atau 3 inci. Paralon sebaiknya dilengkapi dengan bengkokan pipa (knee).

5. Paku/Kawat/Tali

Paku, kawat, dan tali berfungsi sebagai bahan untuk menyambung atau memperkuat kerangka kolam. Pada kolam terpal yang menggunakan kerangka pipa ledeng, untuk menyambung pipa digunakan bengkokan pipa.

6. Alat Kerja

Untuk membuat kolam terpal dibutuhkan berbagai peralatan sesuai kebutuhan, seperti gergaji, parang, pahat, palu, dan gunting. Sedangkan untuk menggali tanah, jika membangun kolam terpal di bawah permukaan tanah, dibutuhkan cangkul, sekop, dan linggis.

Bila kolam terpal dibangun dengan menggunakan besi, misalnya besi siku, penyambungannya dilakukan dengan dilas agar lebih kuat.


Membuat kolam terpal sangat praktis dan biayanya murah. Untuk membangunnya hanya membutuhkan waktu beberapa jam. Seluruh bahannya bisa did kerapat seluruhnya di toko bangunan. Berikut dibahas teknik pembuatan kolam terpal tersebut.

1. Kolam Terpal dengan Kerangka Bambu/Kayu

Kolam terpal dengan kerangka bambu atau kayu dibuat di atas permukaan tanah. Ukuran kolam disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Ukuran kolam yang dibuat disesuaikan dengan ukuran terpal, misalnya kolam 2x3x1 m, 4x5, 1 m,6x4x I m. atau 4x8x1 m.

Langkah-langkah pembuatan kolam terpal dengan kerangka bambu atau kayu adalah sebagai berikut:
1.

Persiapkan lahan untuk kolam terpal dengan membersihkannya dari benda-benda yang mengganggu seperti rumput maupun perdu. Ratakan tanahnya.
2.



Jika tanah tidak rata, miring, perataan dapat dilakukan dengan menggunakan pelepah pisang atau sekam padi. Selain dapat meratakan tanah, kedua bahan tersebut juga dapat menstabilkan suhu. Karena menjadi stabilisator suhu, pelepah pisang atau sekam padi juga digunakan sekalipun tanahnya rata. Ketebalan pelepah pisang atau sekam padi sekitar 10 cm.
3. Siapkan tonggak/tiang dari bambu atau kayu dan tancapkan di setiap sudut kolam. Jika kolam terpal yang dibangun lebih dari satu petak, atur tata letaknya agar terlihat rapi.
4.


Untuk membuai kerangka, bambu atau kayu dipotong-potong sesuai ukuran kolam yang akan dibuat. Untuk menyatukan kerangka ke tiang dilakukan menggunakan paku ukuran 7 atau 9 cm. Bisa juga diikat menggunakan tali atau kawat.
5.


Untuk membuai dinding bisa menggunakan bambu, kayu, atau papan. Bahan dibersihkan dan dipotong sesuai ukuran kemudian dipaku pada kerangka, jika menggunakan bambu, lakukan dengan hati-hati agar tidak pecah.
6.

Jika kerangka sudah terbentuk, misalnya kotak berukuran 6 x 4 x 1 m. perlu diatur kemiringannya ke salah satu sisi untuk memudahkan pengeringan kolam dan pemanenen ikan.
7.




Setelah kerangka kolam terpal selesai, langkah selanjutnya adalah memasang plastik terpal. Siapkan terpal sesuai ukuran kolam. Untuk kolam berukuran 6 x 4 x 1 m digunakan terpal 8 x 6 m, sedangkan untuk kolam ukuran 4 x 5 x 1 m digunakan terpal berukuran 6 x 7 m. Terpal dipasang dengan baik hingga merapat ke tepi. Bagian sudut dapat dilipat. Agar terlihat rapi dan tidak mengerut, di bagian dinding kolam paling atas terpal dijepit dengan bilah bambu.
8.


Di salah satu sudut yang telah diatur kemiringannya dipasang paralon sebagai saluran pembuangan air. Terpal disobek sedikit dengan mengguntingnya berbentuk bintang agar bisa dipasangi bengkokan pipa (knee).
9.


Kolam kemudian diisi dengan air hingga mencapai kedalaman sesuai kebutuhan pemeliharaan ikan. Kolam terpal diperiksa untuk memastikan bahwa kolam telah kokoh dan tidak bocor. Bila bocor, segera lakukan penambalan.


2. Kolam Terpal dengan Kerangka Pipa/Besi

Kolam terpal dengan kerangka pipa atau besi merupakan kolam terpal di atas permukaan tanah. Pembuatan kolam terpal dengan kerangka pipa atau besi mirip pembuatan kolam terpal dengan kerangka bambu atau kayu. Teknik pembuatannya saja yang sedikit berbeda. Berikut dikemukakan urutan pembuatan kolam terpal dengan kerangka pipa atau besi.
1.

Lahan dipersiapkan dengan meratakan tanah sebagaimana pembuatan kolam dengan kerangka bambu atau kayu.
2.

Jika menggunakan pipa ledeng, penyambungan pipa dilakukan dengan menggunakan bengkokan pipa, sedangkan bila menggunakan besi siku maka dapat dilakukan dengan cara dilas.
3.


Kerangka yang sudah terbentuk selanjutnya dipasangi dinding dari kawat anyam dan kemudian dipasangi plastik terpal. Bagian tepi terpal yang telah dilubangi dengan ring logam dimasukkan tali untuk mengikatkan terpal ke pipa atau kawat anyam.
4.

Selanjutnya pasang pipa paralon atau PVC untuk saluran pembuangan. Kolam telah siap diisi air.

3. Kolam Terpal dengan Dinding Batako

Kolam terpal dengan dinding batako atau batu bata juga merupakan kolam terpal di atas permukaan tanah. Pembuatan kolam terpal seperti ini sangat sederhana dan mudah karena hanya membutuhkan dinding penahan dari batako atau batu bau. Kelemahan kolam terpal seperti ini adalah mudah roboh, terutama bila dinding penahan kurang tebal.

Pembuatan kolam terpal dengan batako atau batu bata sangat mudah karena kita hanya perlu menyusun batako membentuk dinding. Berikut ini urutan pembuatannya:
1.

Lahan dipersiapkan dengan meratakan tanah sebagaimana pada pembuatan kolam terpal di atas.
2. Selanjutnya batako atau batu bata disusun membentuk fondasi atau pematang dengan ketinggian sesuai keinginan. Lebar susunan batako minimal 30 cm.
3. Jika dinding kolam sudah terbentuk, selanjutnya pasang plastik terpal. Ujung terpal menutup bagian atas fondasi atau pematang (susunan batako) dan kemudian ditindih lagi dengan batako atau pot tanaman. Tanaman dalam pot di atas fondasi selain dapat berfungsi sebagai penahan terpal juga dapat menjadi peneduh sekaligus untuk memperindah kolam.
4. Pipa paralon atau PVC dipasang untuk saluran pembuangan. Kolam siap diisi air.

Ikan Yang Cocok Untuk Kolam Terpal

IKAN-IKAN YANG COCOK UNTUK KOLAM TERPAL


Pada Prinsipnya semua jenis ikan dan biota air tawar lainnya dapat dipelihara di kolam terpal. Namun pada daerah yang gersang dan sulit air, hanya jenis ikan tertentu yang cocok untuk dipelihara. Ikan-ikan yang tahan hidup pada perairan yang minim oksigen cocok dipelihara pada kolam terpal yang dibangun di daerah sulit air, seperti ikan gurami, lele, nila, mujair, patin, tambakan, sepat, betok, belut, gabus, dan toman.

Ikan Yang Cocok Untuk Kolam Terpal

Jenis Ikan-ikan tersebut tahan hidup pada perairan yang minim oksigen sehingga dalam pemeliharaannya tidak selalu membutuhkan penggantian air. Selain itu, khusus untuk ikan-ikan labirin, ikan yang memiliki alat pernapasan tambahan, yang mampu menghirup oksigen langsung dari udara, untuk memeliharanya tidak memerlukan aerator untuk memasok oksigen. Artinya, dengan memelihara jenis ikan-ikan yang tahan hidup pada perairan minim oksigen dan ikan-ikan yang mampu menghirup oksigen langsung dari udara, maka biaya produksi dapat ditekan, khususnya pada biaya penggantian air dan biaya operasional aerator untuk memasok oksigen.

Sebaliknya, bila kolam terpal digunakan untuk memelihara ikan selain jenis ikan di aus maka akan dibutuhkan biaya yang lebih besar, khususnya penggantian air dan pengoperasian aerator, kecuali bila kolam terpal dibangun di daerah dengan pasokan air yang cukup besar. Atau komoditas yang dibudidayakan adalah spesies bernilai ekonomi tinggi seperti lobster air tawar (Cherax sp.) sehingga sekalipun biaya produksi lebih tinggi, dengan harga komoditas budi daya yang tinggi maka keuntungan tetap diperoleh.

Dengan demikian ada dua hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih komoditas yang hendak dikembangkan di kolam terpal. Pertama, pertimbangan biologis, yakni terkait dengan kemampuan biota tersebut dalam beradaptasi dengan lingkungan kolam terpal. Yang kedua, pertimbangan ekonomis yang terkait dengan harga dan pasar biota tersebut.

Ikan-ikan labirin sangat cocok dipelihara di kolam terpal dilihat dari aspek biologis, namun dari sisi ekonomis tidak semua ikan labirin layak dibudidayakan, walau hal itu terkadang juga tergantung di mana ikan tersebut dibudidayakan. Sebagai contoh, ikan gabus, toman, dan betok tidak ekonomis untuk dikembangkan di Jawa mengingat harganya di )awa murah, namun merupakan ikan bernilai ekonomis tinggi di beberapa wilayah di Kalimantan.

Blog ini membahas pemeliharaan ikan di kolam terpal, khususnya ikan-ikan yang layak dibudidayakan baik secara biologis maupun ekonomis, di antaranya bawal air tawar, belut, betok, gabus, gurami, mujair, nila. lele, patin, sepat, tambakan, dan toman. Ikan jenis tersebut dapat hidup dengan baik pada lingkungan perairan yang minim oksigen, dan beberapa di antaranya merupakan ikan penting dalam akuakultur air tawar.

Membuat Kolam Terpal dengan Dinding Tanah

Kolam Terpal dengan Dinding Tanah dan Kolam Beton/Tanah Berlapis Terpal


Kolam terpal dengan dinding tanah adalah kolam terpal di bawah permukaan tanah. Biasanya kolam terpal ini dibangun pada tanah yang porous. Kelebihan kolam ini adalah suhu air lebih stabil dibanding kolam terpal yang dibangun di atas permukaan tanah.
Kolam Terpal dengan Dinding Tanah

Untuk membangun kolam terpal dengan dinding tanah pun cukup mudah. Urutan pembuatan kolam terpal dengan dinding tanah adalah sebagai berikut:
1.

Persiapkan lahan untuk kolam terpal. Bersihkan dari benda-benda yang mengganggu, seperti rumput dan pepohonan yang rimbun
2.

Jika ingin membuat kolam terpal 6 x 4 m, lakukan penggalian tanah sedalam 50 - 60 cm. Rapikan galian dan bentuk pematang.
3.


Jika kolam sudah terbentuk, plastik terpal berukuran 8 x 6 m siap dipasang. Pasang terpal hingga rapat ke tepi. Bagian atas terpal dapat dijepit atau ditimbun dengan tanah agar posisinya tidak berubah
4. Selanjutnya pasang pipa paralon atau pipa PVC. Kolam sudah siap diisi air
5.

Untuk mencegah kolam dari banjir ketika terjadi hujan deras, buatlah tanggul penahan yang tinggi

Kelebihan dan kelemahan bentuk dan bahan kolam terpal

No. Bentuk dan Bahan Kolam Terpal Kelebihan Kelemahan
1. Kolom terpol di otas permukaan tanah Praktis dan lebih mudah dibuat
Investasi Kecil
Tidak Mudah terkena banjir
mudah dikeringkan dan dibersihkan
Mudah disifon untuk Tahan Lama
Mudah dipanen
Mudah dibersihkan dan dikeringkan
Suhu Kurang stabil
Bila tidak kokoh/kuat maka bisa jebol
2. Kolam terpal di bawah permukaan tanah Lebih kuat
Tidak mudah rusak
Lebih mudah dalam mengisi air
Suhu lebih stabil
Mudah terkena banjir
Sulit untuk membuat saluran pembuangannya
Sulit dikeringkan
Sulit disifon untuk mengeluarkan kotoron yong ada di dasar kolam
Investasi lebih besar Rawan serangan predator
Sulit dipanen
Sulit dipindahkan
3. Kolam terpal dengan kerangka bambu atau kayu Mudah dibuat dan praktis
Biaya pembuatan lebih murah
Dapat dibangun dilahan sempit
Mudah dipindahkan
Mudah dibongkar
Mudah dipanen
Mudah dibersihkan dan dikeringkan
Jika tidak kokoh/kuat mudah jebol tidak tahan lama, terutama di daerah rayap
4. Kolam terpal dengan kerangka besi atau pipa ledeng Relatif praktis
Dapat dibangun di lahan sempit
Mudah dipindahkan
Mudah dibongkar
Lebih kokoh/kuat
Tahan lama
Mudah dipanen
Mudah dibersihkan dan dikeringkan
Biaya relatif mahal
Relatif sulit dibuat
Bila berkarat maka dapat merusak terpal
5. Kolam terpal dengan dinding batako Mudah dibuat dan praktis
Mudah dipindahkan
Mudah dibongkar
Ralatif tahan lama
Mudah dipanen
Mudah dibersihkan dan dikeringkan
Mudah jebol
Sela-sela batako dapat menjadi tempat persembunyian berbagai hewan-hewan kecil, yang mungkin akan merusak terpal
Dibutuhkan banyak batako
Relatif mahal
6. Kolam terpal dengan dinding tanah Kolam lebih kuat, tidak mudah rusak
Lebih mudah diisi air
Suhu air lebih stabil
Mudah terkena banjir
Lebih sulit untukmembuat saluran pembuangan, terutama bila kolam ada di bawah permukaan tanah
Rawan predator
Relatif sulit dipanen
Relatif sulit dibersihkan dan dikeringkan
Relatif mahal
7. Kolam beton atau kolam tanah berlapis Terpal Lebih kuat, tidak mudah rusak
Lebih mudah diisi air
Suhu air lebih stabil
Mudah terkena banjir
Lebih sulit dalam membuat saluran pembuangan, terutama bila kolam berada di bawah permukaan tanah.
Rawan predator
Relatif sulit dipanen
Relatif sulit dibersihkan dan dikeringkan
Relatif mahal





Kolam Beton/Tanah Berlapis Terpal
Kolam Beton/Tanah Berlapis Terpal

Kolam atau bak beton atau kolam tanah berlapis terpal bisa berupa kolam yang dibangun di atas permukaan tanah atau kolam yang dibangun di bawah permukaan tanah. Kolam beton dilapisi plastik biasanya karena retak atau bocor, sedangkan kolam tanah dilapisi plastik oleh sebab tanahnya porous. Berikut cara membuat kolam beton atau kolam tanah berlapis terpal.
1.
Kolam yang akan dilapisi terpal dibersihkan dari benda-benda yang mengganggu
2. Pastikan bahwa saat hendak memasang terpal, di dasar kolam tidak terdapat air sehingga terpal tidak akan menggelembung saat dipasang
3.

Ukuran kolam biasanya sangat luas sehingga terpal yang tersedia tidak sesuai. Untuk mengatasinya, terpal dapat disambung menggunakan lem atau pres.
4.

Pasang terpal hingga rapat ke tepi lalu lipat di bagian sudutnya agar terlihat rapi. Bagian atas terpal dijepit dengan kayu atau ditindih dengan batako
5. Pasang pipa paralon atau pipa PVC pada tempat yang telah ditentukan. Kolam siap diisi air.

Follow by Email