Tuesday, September 15, 2015

Peluang Usaha Jenis Bebek atau Itik

Peluang Usaha Jenis Bebek atau Itik


Jenis - Jenis Itik di Indonesia
Untuk peluang usaha bisnis kita telah mengenali Bebek atau Itik, karena itu adalah nama umum untuk beberapa spesies burung dalam famili Anatidae. Bebek umumnya adalah burung akuatik yang sebagian besar berukuran lebih kecil dibandingkan kerabatnya, angsa dan angsa berleher pendek, dan dapat ditemukan pada perairan air tawar maupun air laut.

Bebek kadang-kadang disamakan dengan beberapa burung air yang berhubungan jauh namun mirip dalam penampilan, misalnya loon, grebe, gallinule, dan coot.

Beberapa jenis bebek juga dapat melakukan kawin silang, namun menghasilkan keturunan yang steril dan tidak bisa memiliki keturunan. Seperti persilangan antara serati dan bebek pelari dapat menghasilkan keturunan steril, brati dan tiktok. kali ini blog mungka city akan berbagi ilmu mengenai jenis unggas yang sangat terkenal di indonesia, yaitu itik atau biasa disebut bebek. Untuk kita yang menggemari masakan sambal lalapan, tentunya pasti tahu bagaimana nikmatnya bebek goreng. Bebek yang oleh kebanyakan orang disebut itik tidak hanya digunakan sebagai hewan konsumsi saja. Selain diambil dagingnya, itik unggul juga biasa diambil telurnya karena telur itik terkenal akan khasiatnya. Ada pula yang menjadikan itik sebagai hewan koleksi karena keindahan bulu itik tersebut. Sebagai penggemar itik tentunya tidak etis jika hanya makan tanpa mengetahui jenis itik yang ada di sekitar kita. Dengan mengetahui jenis bebek/itik yang ada di negeri kita, akan sangat bermanfaat juga jika suatu saat kita menerjuni usaha ternak bebek. Baiklah ayo kita mulai melihat satu persatu jenis itik lokal yang ada di Indonesia.

Jenis - Jenis Itik diIndonesia

Itik Tegal

Yang pertama adalah itik tegal, ciri - ciri umum itik jenis ini adalah bentuk badan yang mirip botol, langsing, postur tubuhnya tegak, tinggi badannya dapat mencapai 50cm. Lehernya cenderung membulat namun panjang, proporsi kepala jauh lebih kecil daripada badan dan letak mata mengarah sedikit ke atas bagian kepala. Ciri khususnya adalah corak warna nya kecoklatan, isitilahnya adalah jarakan, totol totol hitam dan putih bercampur coklat biasa disebut branjangan. Selain warna coklat ada pula yang berwarna putih, kuning - kuningan dan abu - abu.

Itik tegal yang berbulu totol branjangan biasanya dapat memproduksi telur sebanyak 250 butir tiap tahunnya. Sedangkan itik tegal berbulu coklat jarakan mampu menghasilkan 200 butir telur setiap tahunnya. Untuk jenis jenis itik diluar warna branjangan dan jarakan, biasanya itik berbulu putih, dapat menghasilkan telur tidak sebanyak kedua jenis diatas. Maksimal untuk itik tegal putih dapat memproduksi 150 butir telur per-tahun

Itik tegal dapat mulai memproduksi telur jika sudah memasuki usia 22 sampai 24 minggu. Namun usia tersebut bukanlah usia produktif. Biasanya umur produktif yang baik untuk jenis bebek tegal ini adalah 1-2 tahun, yang mana usia produktif dapat berulang sebanyak 3x dalam setahun. Satu lagi, itik tegal tidak mengerami telur.

Itik Mojosari
Jenis yang kedua adalah Itik Mojosari. Itik jenis ini merupakan itik lokal unggul yang mulai diternak di daerah Modupuro, Mojosari, Daerah Mojokerto Jawa Timur, oleh karena itu terkenal pula disebut itik mojokerto. Kenapa itik Mojosari ini cepat sekali populer dan menjadi komoditas utama para peternak bebek? Karena itik ini memiliki rasa yang enak. Lebih empuk karena struktur tubuh yang lebih kecil dari bebek kebanyakan. Namun itik mojokerto ini mempunyai andalan lainnya, yaitu telur yang lebih besar dari itik lainnya dan warnanya lebih hijau. Bentuk umum badan itik mojosari hampir sama dengan itik tegal, namun badan lebih kecil dengan warna bulu yang cenderung kemerahan dengan campuran warna coklat, hitam, dan putih.

Itik mojosari merupakan itik hibrida yang unggul. Itik ini dapat memproduksi setidaknya 200 butir telur tiap tahunnya jika kita ternak di areal sawah yang subur dan sekedar tercukupi kebutuhan pakannya. Namun jika kira optimalkan dengan media kandang tanpa air dan diperhatikan lebih intensif, maka itik ini dapat menghasilkan 265 butir telor per ekor tiap tahunnya. Peningkatan yang tajam.

Itik mojosari dapat mulai bertelur jika sudah memasuki usia 6 hingga 7 bulan. Namun masa produktif masih belum stabil. Jika sudah melebihi usia 7 bulan(masuk masa produktif stabil), maka wajib kita perhatikan pemeliharaan dan kesehatan itik, karena pada usia ini produksi telur dapat mencapai 80% keseluruhan.

Itik Bali (Anas SP)


Jenis ketiga adalah Itik Bali. Itik bali adalah varian itik lokal yang banyak dibudidaya di Pulau Bali dan Pulau Lombok. Daya tahan tubuh yang sangat bagus membuat itik ini dapat diternak di berbagai daerah dengan berbagai suhu yang berbeda-beda. Inilah yang menjadikan itik bali banyak diminati juga oleh para peternak bebek.

Bentuk umum itik bali juga hampir sama dengan itik jawa/ itik tegal, namun badannya terlihat lebih lebar/berisi dibandingkan itik jawa, lehernya juga lebih pendek. Hal lain dari itik bali yang membedakan dari itik jawa adalah warna bulu yang lebih terang. Warna bulu juga mempengaruhi jumlah produksi telur itik bali, sama seperti itik tegal.

Itik Bali dengan warna bulu sumi adalah yang paling banyak produksi telurnya, yaitu mencapai 153 butir telur per tahun. Itik Bali dengan bulu sumbian dapat memproduksi sekitar 145 butir telur tiap tahunnya. Yang terakhir adalah Itik bali berbulu sikep hanya mampu menghasilkan 100 butir telur per tahun. Jenis Itik bali yang lain adalah berbulu putih bersih dengan jambul di kepala, namun jenis berjambul ini lebih banyak dijadikan sebagai sesaji atau itik hias daripada dijadikan itik petelur karena keindahan bentuk dan warnanya.

Itik bali memiliki ukuran telur yang lebih kecil daripada itik lainnya. Dengan berat kurang dari 60gr per butir. Itik ini juga banyak dipanggil sebagai itik penguin karena tubuhnya yang hampir tegak seperti burung penguin.

Mulai memasuki usia produktif sekitar 23 hingga 24 minggu. Tidak memiliki sifat mengerami telur.

Itik Alabio (Anas platurynchos)

Itik alabio adalah salah satu itik yang paling terkenal di Indonesia dan banyak pula dijual di pasaran. Itik ini merupakan jenis itik asli dari Kalimantan. Lahir dari persilangan itik/bebek peking dengan itik lokal kalimantan. Orang yang pertama kali menamai itik alabio adalah Drh. Saleh Puspo. Pada tahun 1950 Alabio adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Hulu daerah Kalimantan Selatan.

Itik alabio mempunyai ciri umum yaitu badan membentuk segitiga dan membentuk sudut 60 derajat dari tanah. Bentuk kepala lebih mengecil dengan paruh berwarna kuning. Warna umum bulu itik alabio betina adalah kuning bercampur dengan warna abu-abu. Ujung dada, sayap, kepala ekor ada sembur warna hitam.

Namun warna itik alabio jantan adalah abu-abu hitam dan ekornya ada bulu yang melengkung keluar.

Itik alabio selain menjadi itik pedaging juga merupakan itik yang sangat produktif sebagai itik petelur. Itik ini dapat menghasilkan kurang lebih 130 butir telur jika hanya di gembala biasa di sawah atau ladang yang banyak terdapat sumber makanan. Namun jika dikandangkan maka produksi telur itik alabio dapat meningkat tajam sebanyak 200 sampai 250 butir telur tiap tahun. Namun untuk besarnya telur itik alabio cenderung lebih kecil dari itik lainnya. Hampir sama dengan itik bali.

Itik Rambon

Itik Cirebon/Karawang tergolong jenis bebek/itik baru. Seekor itik cirebon dapat disebut sebagai itik Rambon jika berasal dari anakan hasil silangan itik lokal asli Karawang dan Cirebon dengan itik Alabio dari Kalimantan. Hasil persilangan kedua itik tersebut membuat varian baru itik pedaging yang lebih enak dengan produksi telur yang meningkat.

Ciri khusus itik Rambon adalah warna bulu coklat mengkilat yang kecil, kaki dan paruhnya berwarna sedikit kehitaman. Badannya tinggi ramping seperti botol dengan leher agak panjang. Itik rambon tergolong sebagai itik yang cepat kawin karena masa birahinya yang sangat sering. Produksi telur tidak kurang dari 70%, bahkan kebanyakan dapat mencapai 80% dengan warna telur hijau setengah biru.

Demikian beberapa informasi mengenai jenis bebek dan itik lokal yang ada di Indonesia. Semuanya adalah itik asli Indonesia yang banyak beredar di pasaran sebagai itik pedaging dan itik petelur unggul. Oleh karena itu kita patut bangga karena bisnis bebek dan itik di Indonesia tidak akan pernah padam karena kualitasnya yang selalu terjaga dan selalu muncul varian baru yang membuat banyak negara di Asia dan Eropa selalu melirik pasar itik di Indonesia. Usaha para petani dan peternak bebek terbayar dengan rasanya yang enak dan telurnya yang mengandung gizi tinggi. Semoga bermanfaat dan terus belajar ternak bersama di blog ini ya.