Rasio Keuangan sebagai Alat Manajemen | Saran-Saran Penggunaan Analisis Rasio | rasio keuangan bukanlah tujuan, melainkan hanya alat

Rasio Keuangan sebagai Alat Manajemen

Dalam mengelola perusahaan, akan jauh lebih baik jika kita mengetahui keadaan faktual (sebenarnya) perusahaan tersebut. Keadaan yang dimaksud mencakup kesehatan keuangan perusahaan, problem-problem yang sedang dihadapi dan penyebab-penyebabnya, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan perusahaan. Pengetahuan yang baik tentang hal tersebut akan dapat meningkatkan mutu atau efektivitas manajemen, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pengarahan, maupun pengendalian. Salah satu cara untuk mendeteksi kesehatan suatu perusahaan dan problem-problem yang sedang dihadapinya adalah melalui analisis rasio-rasio keuangannya.
Analisis rasio-rasio keuangan memudahkan kita mengetahui dalam hal-hal atau bidang-bidang apa saja perusahaan sedang menghadapi problem-problem serius, bahkan kritis (jika ada), sehingga dapat dilakukan perbaikan-perbaikan yang serius untuk mencegah semakin memburuknya kondisi atau kesehatan perusahaan. Jika itu tidak dilakukan, akan mengganggu bahkan membuat terhentinya aktivitas perusahaan pada masa-masa berikutnya.
Analisis rasio-rasio keuangan juga membantu kita mengetahui kinerja perusahaan baik secara keseluruhan maupun mendetail dari waktu ke waktu, termasuk sumber daya manusianya. Misalnya analisis terhadap hasil penjualan, biaya dan beban, pengadaan barang, produksi, pergudangan, distribusi dan bidang-bidang lainnya, termasuk melakukan evaluasi dan pengukuran produktivitas atau kinerja pimpinan dan para karyawannya.

Analisis rasio-rasio keuangan juga membantu kita mengetahui kinerja perusahaan baik secara keseluruhan maupun mendetail dari waktu ke waktu, termasuk sumber daya manusianya. Misalnya analisis terhadap hasil penjualan, biaya dan beban, pengadaan barang, produksi, pergudangan, distribusi dan bidang-bidang lainnya, termasuk melakukan evaluasi dan pengukuran produktivitas atau kinerja pimpinan dan para karyawannya.
Analisis rasio adalah cara menganalisis dengan menggunakan perhitungan-perhitungan perbandingan atas data kuantitatif yang ditunjukkan dalam Neraca atau Laporan Laba Rugi perusahaan. Penggunaan analisis rasio hanya akan ada artinya jika ada suatu standar tertentu sebagai pedoman untuk penilaian. Apabila belum ada, sebaiknya dikombinasikan dengan analisis komparatif sehingga perkembangan rasio-rasio tersebut dapat dilihat dari waktu ke waktu.
Rasio-rasio keuangan suatu perusahaan dapat diperbandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis, yang mempunyai skala dan lingkungan yang kurang lebih sama.
Analisis rasio keuangan memiliki keterbatasan-keterbatasan atau kelemahan-kelemahan, antara lain:

  1. Mutu analisis rasio akan bergantung pada akurasi dan validitas angka-angka yang digunakan, yang sebagian besar diambil dari Neraca dan Laporan Laba Rugi perusahaan (selain dari Buku-Buku Pembantu).
  2. Biasanya, analisis rasio terutama digunakan untuk memprediksikan masa depan serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan, tetapi sering tidak mengungkap penyebab-penyebabnya. Hal itu terjadi karena data yang digunakan umumnya berasal dari data masa lalu (data historis). Data historis ini, mungkin bukan merupakan hasil atau kesimpulan yang akurat dari kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
  3. Apabila jumlah penyusutan dan amortisasi relatif cukup besar (signifikan), angka rasio laba dapat menyesatkan.
  4. Informasi-informasi penting yang diperlukan justru sering kali tidak tercantum dalam laporan keuangan. Kebijakan pemerintah dan aktivitas serikat pekerja, perubahan manajemen, perubahan industri, perkembangan teknologi, dan aktivitas para pesaing juga perlu dipertimbangkan dalam penilaian kinerja perusahaan, termasuk sumber daya manusianya.
  5. Sulitnya mencapai komparabilitas yang tinggi di antara perusahaan-perusahaan dalam industri tertentu yang sedang diperbandingkan. Kesulitan tersebut terjadi karena:
  • Terdapat perbedaan mendasar dalam pelaksanaan prinsip dan prosedur akuntansi yang digunakan.
  • Prinsip, prosedur, dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan sering berubah sehingga sulit untuk membuat penilaian yang akurat terhadap maju-mundumya perusahaan.
Walaupun analisis rasio keuangan mempunyai kelemahan-kelemahan tersebut, bukan berarti menggunakan analisis rasio keuangan tidak ada gunanya. Analisis rasio keuangan tetap dapat digunakan, bahkan dianjurkan, karena banyak manfaatnya bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Dari penjelasan tersebut, kita mengetahui bahwa analisis rasio keuangan hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang melaksanakan administrasi keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip atau kaidah-kaidah akuntasi yang benar sehingga Neraca dan Laporan Laba Rugi yang dihasilkannya memiliki data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Berkaitan dengan hal tersebut, sebelum memahami analisis rasio-rasio keuangan, sebaiknya Anda memahami (terlebih dahulu) Neraca, Laporan Laba Rugi, dan hal-hal yang berkaitan dengan komponen laporan keuangan dan tidak dapat dipisahkan.
Sebuah perusahaan dapat mempunyai kegiatan yang berhubungan dengan usaha pokoknya saja. Akan tetapi, ada juga perusahaan yang mempunyai kegiatan lain di luar usaha pokoknya tersebut. Kegiatan yang berhubungan dengan usaha pokok tersebut disebut kegiatan operasi. Kegiatan yang tidak merupakan usaha kegiatan pokok disebut kegiatan non-operasi. Pada umumnya, evaluasi atau analisis rasio keuangan lebih ditekankan pada unsur-unsur yang berkaitan dengan kegiatan operasi, walaupun jika diperlukan, dapat juga dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan non-operasi. Dalam buku ini, apabila suatu elemen rasio tidak dijelaskan secara terperinci, berarti elemen-elemen rasio dimaksud, sesuai dengan kebutuhan analisis, dapat berasal dari kegiatan operasi saja, atau dari seluruh kegiatan, baik operasi maupun non-operasi.
Walaupun suatu rasio keuangan dapat bermanfaat, namun tidak dapat dianggap konklusif. Rasio itu harus dibandingkan dengan rata-rata industri tahun lalu, jumlah yang direncanakan, atau hal-hal lain untuk mendapatkan manfaat maksimum.

Kita dapat membuat analisis rasio sebanyak-banyaknya, bergantung pada kebutuhan. Akan tetapi, demi kemudahan para pembaca dalam memahami arti, fungsi, dan penjelasan dari contoh.

Saran-Saran Penggunaan Analisis Rasio

  1. Agar analisis rasio mencapai tujuannya, sebaiknya angka-angka besaran rasio diperbandingkan dari tahun ke tahun. Dengan cara demikian, dapat dilihat perkembangan atau maju mundurnya kinerja perusahaan. Akan lebih baik lagi jika diperbandingkan juga dengan rasio yang sama dengan perusahaan-perusahaan lain sejenis (perusahaan saingan) untuk dapat melihat apakah perusahaan kita lebih baik atau lebih buruk daripada mereka. Hanya dengan cara membandingkan angka-angka rasio perusahaan sendiri dari tahun ke tahun dan membandingkannya dengan perusahaan-perusahaan lain yang sejenis kita mempunyai tolok ukur penilaian. Sayangnya, sampai saat ini di Indonesia, untuk mendapatkan rasio-rasio keuangan dari perusahaan lain yang sejenis atau hampir sejenis biasanya tidaklah mudah. Dengan mempunyai tolok ukur ini, analisis rasio akan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi perusahaan dalam hubungannya dengan kebijakan-kebijakan yang akan diambil untuk masa-masa mendatang.
  2. Dari rasio-rasio keuangan yang banyak ini, sebaiknya dipilih beberapa jenis rasio yang dianggap penting bagi tujuan perusahaan (biasanya kurang lebih hanya 6 jenis rasio).
  3. Sajikanlah rasio keuangan dalam bentuk yang mudah dibaca, lengkap dengan standar yang dikehendaki, berdasarkan usaha-usaha sejenis dan atas permintaan pihak ketiga (bank).
  4. Pusatkanlah perhatian pada penyimpangan-penyimpangan serta perkembangan yang mencolok dan terus-menerus.
  5. Carilah penyebab penyimpangan dan perkembangan ini dengan menghubungkan antara rasio yang satu dan yang lain.
Kembali ke poin 2 di atas, banyak perusahaan yang hanya menggunakan 6-8 rasio kunci untuk keperluan analisis keuangannya, yaitu:
  1. Rasio Lancar (Current Ratio)
  2. Rasio Cair (Arid Test Ratio)
  3. Retum On Investment (ROI)
  4. Retum On Equity (ROE)
  5. Periode Pengumpulan Piutang Rata-Rata (Average CoUection Period)
  6. Perputaran Persediaan (Inventory Tumover)
  7. Rasio Total Kewajiban atas Total Harta (Debt ToAsset/Debt To Worth)
  8. Rasio Laba atas Pendapatan (Profit On Saks!Profit Margin)
Ingatlah bahwa rasio keuangan bukanlah tujuan, melainkan hanya alat.
Dalam rangka memilih analisis rasio mana yang akan dipilih oleh perusahaan, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa kebutuhan perusahaan. Jawaban untuk hal ini dapat diketahui melalui pertanyaan-pertanyaan yang tepat seperti berikut.
  1. Apakah perusahaan memiliki terlalu banyak uang kas? Atau apakah uang kas yang dimiliki telah mencukupi untuk berbagai keperluan pengeluaran perusahaan?
  2. Apakah perusahaan mempunyai piutang yang telah jatuh tempo yang selama kurun waktu terakhir ini besarnya terus meningkat dengan tajam?
  3. Apakah perusahaan mempunyai nilai persediaan yang berlebihan yang terus meningkat secara tajam dari waktu ke waktu?
  4. Apakah perusahaan saat ini dalam keadaan telah melakukan investasi (tertanam dalam aktiva tetap) yang berlebihan yang terus meningkat tajam dari waktu ke waktu?
  5. Apakah perusahaan selama beberapa waktu terakhir ini selalu dalam keadaan kekurangan modal kerja yang terus meningkat tajam?
  6. Apakah utang dirasa berlebihan dan cenderung meningkat tajam dari waktu ke waktu?
  7. Apakah hasil penjualan telah memadai?
  8. diperoleh cenderung menurun? Mengapa?








  • Apakah perusahaan telah membagi laba terlalu banyak kepada pemegang saham (dividen)?
  • Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya mengenai kebutuhan atau permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan.



  • Daftar Isi
    1. Tempat wisata yang lagi ngetrends dikunjungi saat ini
    2. Wisata Situ Patenggang
    3. Potensi Objek Wisata Alam di Mungka
    4. Syarat dan Ketentuan Kebijakan Pembebasan Visa Belarus 
    5. Peninggalan Sejarah Daerah Ambon
    6. Wisata Goa Pindul di Desa Bejiharjo Yang Menantang Nyali
    7. Tempat Wisata Pantai Di Lombok
    8. Tempat Wisata Kepulauan Mentawai
    9. SIAPA DIPONEGORO
    10. Tokoh Nasional "Siapa Tan Malaka"
    11. Tokoh Nasional "MOHAMMAD HATTA" Bung Hatta
    12. Biografi Sri Sultan Hamengkubuwana IX
    13. Presiden Paling Lama di Indonesia "SOEHARTO"
    14. Biografi Wakil Presiden "Umar Wirahadikusumah"
    15. Biografi Tokoh Nasional Dari Sumatera Barat "Mr. Assaat"
    16. Profil Presiden Indonesia Yang Pertama "Soekarno"
    17. Biografi Wakil Presiden Indonesia "Adam Malik" 
    18. Sejarah Hidup Tokoh Indonesia "Abdurrahman Wahid" di kenal dengan Gusdur
    19. Cara Membantu Anak untuk Meningkatkan Keterampilan
    20. Berbisnis Forex
    21. Kesalahan Menjadi Penyebab Kegagalan Bisnis Forex
    22. Jenis, Anjing, Pemburu, Handal, Labrador, Retriever, Golden, 
    23. Broker Forex Terbaik Yang Teregulasi
    24. Tempat Ibadah, Masjid Terindah, Masjid Istiqlal Jakarta
    25. Keistimewaan, Lokasi, Akses, Masjid Raya Bayur
    26. Sejarah, Pendiri, Tempat Berkumpulnya Wali, Masjid Agung Demak
    27. Tempat Ibadah, Aceh, Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Terindah
    28. Masjid Jami' Bingkudu, Masjid Tua di Sumatera Barat
    29. Riset Gabungan Arkeologi dan Genetika Dilaksanakan
    30. Mobil Jip Buatan Siswa SMK
    31. Telkom Craft Perluas
    32. Format Curriculum Vitae Bahasa Inggris
    33. Fungsi Instagram Follower
    34. Artis Cowok
    35. Cara Membuat Bubur Ayam
    36. Resep Martabak Manis
    37. Kolang-kaling
    38. Cara Membuat Daging Masak Jamur
    39. Cara Membuat Donat Kentang
    40. Resep dan Membuat Bolu Kukus
    41. Ciri-ciri BUMN dan BUMD
    42. Ciri-Ciri Badan Usaha Milik Swasta
    43. Otomotif
    44. Olahraga Sepeda dengan BMX
    45. Cabang Angkat Besi
    46. Aries Susanti Rahayu
    47. Daftar Negara Penyelenggara Asian Games
    48. Permainan Tradisional
    49. Meraih Medali Emas di Cabang Bulu Tangkis Asian Games 2018
    50. Profil Hanifan Yudani 
    51. Defia Rosmaniar
    52. Keunggulan Penggunaan Mesin Tetas
    53. Pembuatan Mesin Tetas Telur Secara Mandiri
    54. Salah satu kota yang paling indah di Eropa
    55. Lagu Daerah Dari Sumatera Barat, Ayam Den Lapeh
    56. Virus Rabies, Pengertian Rabies, Rabies
    57. Pengertian dan definisi tentang kudis
    58. Penyebab dan gejala meningitis
    59. Gejala dan definisi kanker kolorektal
    60. Tomcat bahaya gigitan tomcat dan pencegahan
    61. Kemampuan Indonesia Tak Kalah dengan Negara Lain dalam Bidang Kesehatan
    62. Penyebab Penyakit Kaki Gajah Yang Menular dan Pencegahan Penyakit Kaki Gajah
    63. Pembauran di Nusantara di Awal Migrasi
    64. Rumah Murah Seharga Rp. 75 Juta Akan Diluncurkan BTN dan Perumnas
    65. kata lucu | kata kata lucu saat ini | kata plesetan
    66. Mengatasi Galau dengan Membaca Buku, Mengunjungi Objek Wisata Budaya, Memanjakan Diri Dengan SPA
    67. Kuda, budidaya ternak kuda, pacuan kuda
    68. Burung Merak | Merak Biru | Merak India
    69. Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatra) 
    70. Ciri-Ciri Orang utan, Subspecies Orang Utan, Lokasi dan habitat, Makanan Orang Utan
    71. Pengertian Laba (Profit) dan Pengertian Distribusi
    72. Teori Perilaku Konsumen
    73. Pelaku Ekonomi, Peran Pelaku Kegiatan Ekonomi
    74. Pengertian Permintaan dan Penawaran
    75. Rumus Fungsi Permintaan dan Penawaran 
    76. Hukum Permintaan dan Penawaran
    77. Proses Terbentuknya Keseimbangan Pasar
    78. Pengertian Pasar
    79. Pengertian Bank Sentral
    80. Pengertian Sistem Pembayaran
    81. Unsur Pengaman Uang Rupiah Sebagai Alat Pembayaran Yang Sah
    82. Pengertian Bank, Fungsi Bank, Jenis Bank
    83. Pemasaran Hasil Industri, Konsumen potensial, Mengenal dan memahami konsumen
    84. Karakteristik Khusus, Prinsip Wadi'ah, Prinsip Mudharabah, Produk Bank Syariah
    85. Pengertian, Tugas, Wewenang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
    86. Produk-produk Pasar Modal
    87. Alat Pembayaran Tanpa Uang Cash
    88. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Fungsinya
    89. Pengertian Menabung dan Sumber Uang Untuk Menabung
    90. Lembaga Yang Berwenang Tentang Pengelolaan Alat Pembayaran
    91. Penerapan Manajemen dalam Kegiatan di Sekolah
    92. Jenis-Jenis Kegiatan Usaha BUMD,  Kebaikan dan Kelemahan BUMN dan BUMD
    93. Peran BUMS dalam Perekonomian, Bentuk-Bentuk BUMS
    94. Kekuatan dan Kelemahan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
    95. Jenis-Jenis Kegiatan Usaha dan Tahapan Pendirian BUMS
    96. Mendirikan Usaha Pada Perseroan Terbatas (PT)
    97. Pengertian Studi Kelayakan Usaha
    98. Sejarah Perkembangan Koperasi dan Pengertian Koperasi
    99. Landasan dan Asas Koperasi, Tujuan Koperasi, Ciri-Ciri Koperasi
    100. Prinsip, Peran dan Fungsi Koperasi 
    101. Jenis-Jenis Koperasi,  Koperasi Primer, Koperasi Sekunder
    102. Pengelolaan Koperasi, Perangkat Organisasi Koperasi dan Koperasi Sekolah
    103. Sumber Permodalan dan Pembagian Sisa Hasil Usaha Koperasi dan Koperasi Sekolah
    104. Sajikan Produk Pilihan bagi Pelanggan
    105. Prosedur Pendirian Koperasi/Koperasi Sekolah
    106. Pengembangan Koperasi di Sekolah dan Simulasi Pendirian Koperasi di Sekolah
    107. Krisis Ekonomi Sebagai Pendorong Orang Rusia Belajar Bahasa Asing
    108. Cara Mengisi Paypal Tanpa Harus Beli
    109. Pengertian Ekonomi dan Ilmu Ekonomi
    110. 7 Program Peningkatan Mutu Dalam SDM
    111. Pengelola Perusahaan Profesional
    112. Pengertian Valuta Asing
    113. Mekanisme Kerja Pasar Valuta Asing
    114. Pelaku Pasar Valuta Asing
    115. Jenis-Jenis Pasar Valuta Asing
    116. Program Bakti BCA Customer Service Officer Tahap Mahir
    117. Pengertian Negosiasi
    118. Pembangunan infrastruktur Gas Diprioritaskan
    119. Awal Pembentukan Bank Sentral Republik Indonesia
    120. Maksud dan Tujuan, Metodologi dan Sumber Data
    121. Masa Awal De Javasche Bank 1828-70
    122. Bank van Leening, dan Bank Courant en Bank van Leening pada masa VOC
    123. Pengertian dan Bentuk-bentuk Pengembangan Sumber Daya Manusia
    124. Langkah-Langkah Bernegosiasi
    125. Rencana Pembentukan Bank Oleh Raja Belanda 
    126. Bangsa Barat datang dan ikut meramaikan dunia perdagangan di Kepulauan Nusantara
    127. Pengertian Harga Pokok Produksi
    128. Rasio Keuangan sebagai Alat Manajemen
    129. Pengertian Anggaran, Perbendaharaan, dan Akuntansi
    130. Prediksi dari Lembaga Penjamin Simpanan Kenaikan Tren Bunga Akan Terus Berlanjut
    131. Kebutuhan dan Alat Pemuas Kebutuhan
    132. Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi, Keberhasilan Pembangunan Ekonomi.
    133. Hasil Penelitian Wanita Yang Berprofesi Sebagai Pialang Saham
    134. Landasan Ilmu Akuntansi Syariah
    135. Beda Antara Asuransi Syaria'h dengan Asuransi Konvensional
    136. Pengertian Prinsip Ekonomi, Motif Ekonomi, Prinsip Ekonomi Produsen, Konsumen
    137. Prinsip Kegiatan Usaha Bank (Konvensional dan Syariah)
    138. Pengelolaan Keuangan
    139. Pengertian Biaya Kesempatan
    140. Pembagian Ilmu Ekonomi, Ekonomi Mikro, Ekonomi Makro
    141. Contoh Produk dan Layanan Bank
    142. Pengertian Transfer
    143. Masalah Ekonomi dalam Sistem Ekonomi
    144. Karakteristik Perekonomian Indonesia Menurut UUD 1945 Pasal 33
    145. Penjabaran Demokrasi Ekonomi, Kelembagaan Ekonomi, Perangkat Kebijaksanaan
    146. Kiat Memulihkan Kondisi Perekonomian Indonesia Di tengah Krisis
    147. Dampak Krisis Ekonomi Global terhadap Ekonomi Indonesia
    148. Perdagangan Luar Negeri, Neraca Pembayaran, Investasi, Keuangan Negara
    149. Pertumbuhan Ekonomi iklane
    150. Metode Penelitian Kebijakan Ekonomi Indonesia
    151. Kegiatan Ekonomi
    152. Pengertian Pasar Modal
    153. Biaya Produksi, Pengertian Biaya Produksi, Konsep Biaya Produksi
    154. Mekanisme Transaksi di Pasar Modal
    155. Hubungan Asuransi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
    156. Jenis-Jenis Usaha Asuransi, Prinsip Kegiatan Usaha Asuransi
    157. Macam-Macam Produk dan Jenis Asuransi
    158. Pengertian Pegadaian, Fungsi Pegadaian, Peran Pegadaian, Jenis Pegadaian
    159. Alat Pembayaran Tunai dan Sejarah Terciptanya Uang
    160. Pengertian Elastisitas Permintaan dan Penawaran
    161. Pengertian Lembaga Pembiayaan
    162. Pengertian Manajemen, Unsur-unsur Manajemen, Fungsi-Fungsi Manajemen
    163. Pengorganisasian dan Bentuk-bentuk Organisasi
    164. Mengenal Manajemen Produksi, Pemasaran, Keuangan, Personalia, Administrasi Perkantoran
    165. Yohanes Andi Kala
    166. Heni Sri Sundani
    167. Suku Minangkabau
    168. Wilayah Makassar
    169. Adat dan budaya minangkabau
    170. Sejarah, Geografi, Iklim, Taman, Etimologi Provinsi DKI Jakarta
    171. Ibukota Papua Barat, Lambang Papua Barat, Danau dan Gunung di Papua Barat
    172. Kesenian, Budaya dan Adat Istiadat Provinsi Jawa Timur
    173. Wilayah dan Pertumbuhan Ekonomi Batam
    174. Sulawesi Barat, Sumber Kekayaan Alam
    175. Wilayah dan Potensi Ekonomi Jambi 
    176. Kota Manado
    177. Kota Bandung
    178. Pulau Sumatera
    179. Bukittingi
    180. Sumatera Barat
    181. Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam
    182. Ibu Kota Negara Jakarta
    183. Rawadano di Banten
    184. Kota Tanjungpinang
    185. Kalimantan Barat
    186. Kedaton Sultan Ternate
    187. Peninggalan Praserajah
    188. Yugoslavia
    189. Budidaya Ayam Kedu, ternak ayam kedu
    190. Budidaya Tanaman Buah Naga
    191. Budidaya tanaman buah cabe
    192. Jahe, Budidaya tanaman Jahe, Jahe untuk kesehatan
    193. Budidaya kunyit asam
    194. Budidaya Tanaman Buah Srikaya
    195. Ayam Arab
    196. Peluang Usaha Jenis Bebek atau Itik
    197. Budidaya Tanaman Buah Matoa
    198. Budidaya Udang Raksasanya Air Tawar
    199. Cara Beternak Udang Vaname dengan Memakai Terpal
    200. Memelihara udang lobster Air Tawar 
    201. Peluang Usaha Ternak Ikan Gabus
    202. Keunggulan Budidaya Ikan Air Tawar di Kolam Terpal
    203. PROSPEK DAN PERKEMBANGAN SEMANGKA DI INDONESIA
    204. Download Artikel Budidaya Tanaman Buah-buahaan dan Sayuran
    205. Sifat-Sifat Botani dan Varietas Buah Semangka
    206. Bibit Durian Pelangi Banyuwangi Memiliki Ciri Yang Khas
    207. Asal Muasal Munculnya Durian Pelangi Akibat dari Perjumpaan Sekerabat
    208. Pesona Tanaman Hias Gasteria Armstrongii
    209. Sensasi Warna dan Kelezatan Durian Pelangi dari Papua
    210. Budidaya Jeruk, Jeruk Merah
    211. Jamur Tiram, Buah, dan Daun Bersatu Menjadi Vetsin Yang Gurih, Lezat Serta Sehat
    212. Memadukan Singkong dan Cabai Mendapakan Keuntungan Berlipatganda
    213. Peluang Bisnis, Budidaya, Jamur, Merang, Lahan Bisnis, Media, Lahan, Penanaman
    214. Perencanaan, Usaha Budi Daya, Tanaman Pangan, Contoh Tanaman Pangan
    215. Kiat Usaha
    216. Budidaya Kacang Panjang
    217. Memulai Budi Daya Jamur
    218. Proses Produksi Pembenihan Ikan Lele
    219. Pengemasan Ikan Konsumsi
    220. Peluang Usaha Pembenihan Ikan Konsumsi
    221. Wirausaha
    222. Proposal Usaha Budi Daya Unggas Petelur
    223. Cara Usaha Budidaya Udang Lobster
    224. Naga Kuning, Lebih Manis, Keuntungan Budidaya, Lebih Untung
    225. Pengolahan Media Tanam 
    226. Budidaya Itik Petelur
    227. Cara Berternak Udang Harimau
    228. Budidaya Ikan Lele
    229. Budidaya Udang
    230. Perkembangbiakan Kambing
    231. Pemilihan Kandang Bebek
    232. Budidaya Kambing
    233. Budidaya Sapi Potong
    234. Cara Budidaya Bebek Petelur
    235. Memaksimalkan Budidaya Nila, Perkembangan Teknologi Nila
    236. Bawang Merah | Cara Budidaya bawang merah
    237. budidaya peternakan kambing etawa, manfaat susu, pemeliharaan makanan
    238. Panduan Membudidayakan Tanaman Alpukat
    239. Jambu Mawar Dapat Tumbuh pada Berbagai Tipe Tanah
    240. Bagian-bagian dan Penggolongan Bunga | Morfologi Bunga
    241. Kesempurnaan bunga
    242. Bunga simetri tunggal
    243. Bagian bunga yang paling menarik dan banyak diperhatikan adalah perhiasan bunga
    244. Penggolongan dan Fungsi Tanaman Hias di Taman
    245. Potensi Agrowisata dan Prospek Agrobisnis Lengkeng
    246. Pengenalan Tanaman Lengkeng
    247. Prospek Bisnis Mengembangkan Jamur Tiram Putih
    248. Budidaya Ayam Petelur | Asal usul Budi Daya Ayam Petelur
    249. Sumber Daya Usaha
    250. Budidaya Pembenihan Ikan Konsumsi  
    251. Budidaya Ikan Gurame
    252. Teknologi Untuk Memacu Produksi Ikan Nila
    253. Peluang Pasar Usaha Pengolahan Ikan Nila
    254. Cara Budidaya Ikan Nila Untuk Meningkatkan Produksi
    255. Potensi Sumber Daya Perikanan Air Tawar
    256. Artikel Cara Budidaya Ikan Lele
    257. Membuat Kolam Terpal dengan Dinding Tanah
    258. Ikan Yang Cocok Untuk Kolam Terpal
    259. Membuat Kolam Terpal, JENIS KOLAM TERPAL, BAHAN DAN ALAT UNTUK MEMBUAT KOLAM TERPAL
    260. Peluang Usaha Penetasan Telur bagi Peternak Unggas
    261. Penanaman Bibit Kopi Coklat
    262. Pemeliharaan Jeruk
    263. Jenis Mesin Tetas
    264. Pakan Alami dan Pakan Buatan Untuk Budidaya Ikan Konsumsi
    265. Kopi Gunung Puntang, Termasuk kopi organik, 6 Macam Fungsi Kopi
    266. Usaha Budidaya Tanaman Jambu Air
    267. Keunggulan dan Kelemahan Budidaya Ayam Kampung
    268. Rambutam, Manfaat Buah Tanaman Rambutan
    269. Lezat Luar Dalam, Kulit Pisang, Menu Batang Pisang, Kulit Pisang
    270. Manfaat Cinta
    271. Khasiat dan manfaat anggur merah
    272. Manfaat Akar Ubi Jalar Ungu Untuk Kesehatan
    273. Manfaat buah naga bagi ibu hamil
    274. Manfaat buah kelapa muda bagi tubuh manusia
    275. Buah Duku Menjaga Kadar Kolesterol