Bisnis, Wilayah Indonesia, Budidaya, Peternakan, Asuransi, Kesehatan, Flora dan Fauna

Bisnis, Wilayah Indonesia, Budidaya, Peternakan, Asuransi, Kesehatan, Flora dan Fauna
Bisnis, Wilayah Indonesia, Budidaya, Peternakan, Perkebunan, Asuransi, Kesehatan, Flora dan Fauna, Pariwisata, Geografis, Selebritis, Otomotif

Pesona Tanaman Hias Gasteria Armstrongii

Pesona Tanaman Hias Gasteria Armstrongii

Tinggi tanaman hanya 2 cm, panjang daun 3 cm, dan lebar sekitar 1,5 cm. Namun, prestasinya justru menjulang. Gasteria mungil itu menyabet juara ke-2 kontes kaktus dan sukulen di Yokohama, Jepang, beberapa tahun lalu. Pola variegata kuning di tepi daun dan hijau di bagian tengahnya. Warna kuning daun armstrongii tipe katai itu pun cerah.

Pantas armstrongii koleksi salah satu nurseri di Jepang itu langsung membuat Wijaya jatuh cinta pada pandangan pertama. Permukaan daun tanaman asal Afrika Selatan itu kasar dengan ujung daun membulat. Lazimnya, tekstur daun halus dan ujungnya lancip. “Di Jepang tekstur kasar pada daun itu disebut mutiara,” kata Wijaya. Setelah negosiasi harga, armstrongii belang berdaun tiga yang harganya setara sebuah sepeda motor itu pun tiba di kediaman Wijaya di Surabaya, Jawa Timur, pada akhir 2010.

Wijaya menuturkan pertumbuhan G. armstrongii variegata lambat. “Dalam waktu 1,5 tahun pertambahan panjang daun hanya 0,5 cm,” tutur ketua Cacti and Succulent Society of Indonesia Itu. Maklum, jumlah kloroplas tanaman variegata lebih sedikit daripada normal. Akibatnya, penyerapan cahaya matahari tidak optimal. Kerja mengubah karbondioksida menjadi gula sebagai sumber energi dan makanan bagi pertumbuhan pun terhambat.

Daun gugur

Wijaya tertarik pada pesona tanaman perut-gasterdalam bahasa Yunani bermakna perut-sejak awal 2010. Itu bermula saat ia melihat sosok G. armstrongii dengan warna variegata ekstrem: kuning kejinggaan dan daun mengilap. “Sangat cantik," tuturnya. Padahal perjumpaan itu tidak disengaja. Saat itu ia tengah gandrung mengumpulkan Haworthia truncata variegata.

Pencarian di dunia maya pun dilakukan demi mendapatkan tanaman idaman. Pada saat itulah ia melihat G. armstrongii variegata di sebuah situs sukulen. Tanpa pikir panjang pria berkacamata minus itu langsung membeli tanaman yang pernah menjadi jawara kontes regional di Negeri Sakura itu.

la pun rela merogoh kocek hingga Rp 4,5-juta. Bagi Wijaya harga sukulen berdaun lima itu fantastis karena semula ia hanya mengenal jenis Gasteria p//ons//yang harganya berkisar Rp20.000-Rp30.000 per pot. “Saya kaget mengetahui ada gasteria semahal itu, tapi karena sosoknya menarik langsung saja saya beli,” katanya.

Harap mafhum, “Peluang kemunculan nutasl variegata satu per sejuta,” kata Ir Edhi Sandra MSi, ahli fisiologi tumbuhan dari -akultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Sifat variegata bisa diturunkan ke anakan atau turunan asal biji bila mutasi bersifat mutagenik-artinya mengubah susunan gen-dan stabil.

Di tanahair, dua daun armstrongii terbawah gugur dan berganti dengan dua daun baru yang seluruhnya berwarna kuning. Sontak saja Wijaya tersadar, tanaman kesayangannya itu tak mungkin bertahan lama. Sebab tanaman tak punya cukup zat hijau daun untuk bertahan hidup. Benar saja, semakin lama tanaman kian kurus hingga akhirnya mati pada akhir 2011. Kesedihan pria ramah Itu bukan karena harga tanaman itu mahal tetapi, “Sulit memperoleh gasterla dengan wama dan corak variegata seperti itu  lagi,” ujar pria yang bekerja di Kalimantan itu.

Toh, itu tak membuat ia kapok mengoleksi gasteria variegata sebab masih jarang yang mengoleksi. Lihat saja armstrongii variegata dengan ujung daun lancip bak pedang Tekstur daunnya halus dengan pola variegata striata.

Lain lagi dengan gasteria yang sosoknya persis tanduk dengan daun sepanjang 10 cm yang melekuk sempurna. Dua anakan yang muncul daunnya variegata. Pola variegata tampak kian mendominasi pada dedaunan baru. Tanaman yang namanya diambil dari William Armstrong, pemerhati tanaman dari Port Ellzabeth, Afrika Selatan, itu juga memiliki permukaan daun bak mutiara sehingga terlihat semakin elok.

Media porous

Total jenderal Wijaya mengoleksi 9 gasteria variegata: 5 buah G. armstrongii, 3 buah G. pilansii, dan sebuah G. batesiana. Jenis pilansii halus dengan bentangan daun yang lebih panjang dibandingkan G. armstrongii.


Di alam, G. pilansii lazimnya berdaun hijau dipenuhi bintik berwarna putih berpola melintang. Pola tumbuh daun “ngelancir”. Sementara pilansii koleksi Wijaya tampak roset dengan pola variegata berwarna kuning dan berdaun halus. Dengan tampilan seperti itu harganya melonjak hingga 100 kali lipat. Gasteria batesiana bermutasi warna menjadi putih, induknya hijau.

Gasteria batesiana variegata putih juga menjadi kebanggaan Yaya Sayadi, pehobi di Lembang, Bandung, Jawa Barat Yaya memperoleh tanaman sukulen itu dari salah satu kolektor di Bandung pada 2004. Selain mutasi warna putih, pria 42 tahun itu juga mengoleksi batesiana variegata berwarna kuning. Bintang laut emas Itu tampil apik dengan pertumbuhan daun yang roset Nun di Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Arief Allza kepincut hibrida G. armstrongii dengan warna perak menyelimuti daun yang bertotol-totol seperti kulit macan. Itu sebabnya pada namanya ada embel-embel “tlgerspot”. Daunnya lebih tebal dua kali lipat dibandingkan jenis armstrongii. variegata lain dan lebih cepat tumbuh. "Setiap delapan bulan muncul satu daun,” ujar Arief yang memperoleh sukulen itu dari Bandung, Jawa Barat, 3 tahun silam. Perut belang pun tampil menarik.

Sumber : Trubus 512
Budidaya

Follow by Email