Sunday, July 22, 2018

Peluang Usaha Penetasan Telur bagi Peternak Unggas

Mesin Tetas Adalah Solusi Bagi Para Peternak Unggas


Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan Budidaya Ayam Petelor, nah untuk kelanjutnya perlu juga di ketahui bagaimana cara penetasan telor yang efektif dengan menggunakan teknik pakai mesin tetas, yuk simak uraian selanjutnya.

Penetasan Telur dan Masalah Yang Bisa Terjadi


Reproduksi adalah suatu proses alami untuk setiap makhluk hidup, termasuk juga dalam hal ini jenis unggas yang banyak dibudidayakan sebagai hewan ternak di Indonesia. Secara alamiah jenis hewan sebangsa unggas dalam melakukan reproduksi dengan cara menghasilkan telur. Setelah menjalani proses perkawinan antara indukkan jantan dan betina, dalam waktu tertentu indukan betina akan mengeluarkan telur hasil dari pembuhannya. Maka telur inilah nantinya yang akan menjadi anak setelah melalui proses penetasan baik secara alami ataupun dengan cara memakai mesin tetas.
Penetasan Telur Menjadi Anakan
Banyaknya telur yang di hasilkan dari setiap jenis unggas bervariasi. Misalnya ayam pada umumnya menghasilkan telur 14 - 21 butir setiap kali masa bertelur dengan asumsi setiap hari menghasilkan satu butir telur. Lain halnya dengan burung merpati yang hanya menghasilkan 2 butir telur dalam masa periode bertelur. Untuk jenis itik, biasanya menghasilkan telur 2 - 3 butir per tiga hari.

Secara alami, induk betina akan mengerami telurnya selama periode tertentu hingga menetas menjadi anakan. Proses penetasan ini disebut juga dengan pengeraman. Adapun masanya berbeda-beda tergantung dari setiap jenis unggas. Semakin besar telur yang dihasilkan maka semakin lama proses pengeramannya sampai menetas jadi anakan.

Pengeraman Secara Alami dilakukan induk betina hingga anakan menetas
Periode Pengeraman Telur Dari Jenis Unggas

No. Jenis Unggas Lama Pengeraman
1 Puyuh 16 Hari
2 Ayam 21 Hari
3 Bebek 28 Hari
4 Entok 35 Hari
5 Soang 40 Hari
6 Burung Unta 60 Hari
Dalam penetasan telur perlu juga diketahui syarat lingkungan yang tepat untuk proses penetasannya. Faktor yang paling penting dalam proses penetasan telur diantaranya suhu dan kelembaban. Embrio akan berkembang cepat apabila suhu lingkungan lebih dari 32,22 Derajat Celsius dan kelembaban di atas 60%. Sebuah Embrio akan berhenti berkembang jika suhu kurang dari 26,66 Derajat C.

Setelah mengalami pengeraman, telur akan menetas menjadi anakan. Anakan unggas yang berumur satu hari dikenal dengan istilah day old duck atau day old chick. Anakan ini akan disapih oleh induknya selama 1—2 bulan hingga anakan dapat hidup secara mandiri. Proses alami ini berlangsung hampir pada semua jenis unggas dengan periode yang berbeda-beda.

Day Old Duck. Merupakan sebutan umum bagi anakan itik yang baru lahir
Masalah utama dalam penetasan telur secara alami terletak pada keterbatasan jumlah telur yang dapat dierami oleh indukan. Misalnya, indukan ayam hanya mampu mengerami sebanyak 20 - 40 butir dari 100 telur yang dihasilkan setiap periodenya. Sementara itu, indukan itik umumnya hanya mampu mengerami 40% dari total jumlah telur yang dihasilkan.

Jika hanyn mungnndalkan pengeraman secara alami, persentase keberhasilan telur yang menetas hanya sekitar 50 - 60%. Kegagalan ini dapat disebabkan karena ketidakstabilan kondisi lingkungan yang mengakibatkan embrio di dalam telur tidak berkembang dengan sempurna.

Dalam usaha peternakan, proses penetasan telur merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menjaga kelangsungan usaha. Telur atau anakan yang dihasilkan dari hasil penetasan masing-masing memiliki nilai jual tersendiri di pasaran. Menurut sebagian pebisnis atau peternak, membeli telur dan menetaskannya sendiri merupakan cara yang paling cepat dan paling menguntungkan dalam usaha peternakan. Selain dapat memilih segmen usahanya, kita juga dapat mengontrol kualitas telur yang ditetaskan hingga menjadi anakan unggul.

Usaha Penetasan Telur


Peluang usahanya masih terbuka lebar dan relatif menguntungkan

Apabila proses pengeraman alami mengalami kendala yang disebabkan masalah indukan dan lingkungan dapat mengakibat kan kerugian bagi peternak karena risiko telur yang gagal menetas menjadi besar. Karena itu, perlu adanya inovasi untuk membantu penetasan telur agar memberikan keuntungan bagi peternak.

Simak Selanjutnya tentang Penetasan Menggunakan Mesin Tetas