Search This Blog

Kamis, 04 Agustus 2016

Info Bisnis dan Ekonomi Tiga Agustus 2016

 Kekuatan Berfikir Positif 

Kumpulan Info Biz dari Warta Kota

Pengusaha Belum Puas Paket Ekonomi

Survei internal yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi menunjukkan tingkat kepuasan dunia usaha terhadap efektivitas 12 paket kebijakan yang diluncurkan pemerin-tah sejak September 2015 masih di bawah 50 persen.

“Dunia usaha, mereka mengaku masih di bawah 50 persen. Jadi, itu yang perlu diperbaiki,” kata Raden Pardede, Wakil Ketua Pokja III Satgas, Selasa (2/8/2016).

Raden mengatakan, sebagai evaluator independen, pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah dalam membentuk Satgas Kebijakan.

Keberadaan Satgas Kebijakan bisa diharapkan mempercepat implementasi paket kebijakan yang masih kurang terasa dampaknya.

“Kelihatannya pemerintah ingin memperbaiki. Dunia usaha melihat seperti ini, pemerintah juga bilang oke. Kami lakukan revisi atau penyesuaian di sana-sini,” kata Raden.

Meski tak menyebutkan secara spesifik poin apa yang membuat dunia usaha kurang puas, Raden men-contohkan persoalan per-izinan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Kelihatannya di pusat sudah oke. Tetapi, ketika selesai mengurus di pusat, di daerahnya itu kembali dari nol lagi. Mulai dari kecamatan, kabupaten. Ini tidak benar. Seharusnya ka-lau sudah selesai di pusat, sudah harus ada hubung-annya dengan daerah,” kata Raden. Sumber Warta Kota Rabu 3 Agustus 2016


Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) angkat bicara soal keterlambatan berkepan-jangan maskapai Lion Air yang dinilai merugikan pengguna jasa penerbangan tersebut.

YLKI menantang Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang belum lama di-lantik untuk membenahi Lion Air.

Keterlambatan berkepan-jangan Lion Air teijadi pada Minggu (31/7) yang disebab-kan oleh permasalahan teknis yang dialami pesawat dan pergantian kru maskapai yang memakan waktu lama.

Akibatnya lima jadwal penerbangan, yakni JT 590 tujuan Surabaya, JT 582 tujuan Surabaya, JT 650 tujuan Lombok, JT 630 tujuan Bengkulu, dan JT 526 tujuan Banjarmasin urung berangkat sejak Minggu petang, dan baru bisa berangkat Senin (1/8) pagi.

Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI, mengatakan, pembenahan Lion Air harus dilakukan mulai dari akamya.

“Penyakit Lion Air itu ada di sisi hulu. Berani tidak Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengaudit sisi hulu Lion Air? Auditnya harus dari semua aspek, “ kata Tulus, Selasa (2/8).

Tulus merinci, proses audit harus dilakukan mulai dari aspek di dalam perusahaan, maupun aspek lapangan dan praktik penerbangannya.

“Mulai dari sisi finansial, jumlah pilot, jumlah pesawat, rute dan jumlah jadwal penerbangan. Itu semua harus diaudit, “ kata Tulus.

Tulus mengatakan, bilamana hasil audit menunjukkan hasil yang buruk, maka Kemenhub harus memberikan tindakan tegas kepada Lion Air.

“Berikan sanksi jika hasil audit total itu buruk,” kata Tulus. Memanggil

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memanggil manaje-men Lion Air untuk dimintai penjelasan atas peristiwa keterlambatan.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam sejak pukul 10.00, Budi me' mintai klarifikasi Lion Air yang diwakili oleh Direktur Umum Lion Air Edward Sirait.

“Dengan duduk bersama dalam rapat klarifikasi, dihadap-kan permasalahan sesungguh-nya yang terjadi di lapangan dapat diketahui untuk kemu-dian dicarikan solusi bersama,” kata Hemi, Pamuraharjo Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan.

Hemi mengatakan, dalam pertemuan tersebut Budi dan Edward hanya membahas soal operasi Lion Air di darat dan udara yang berkaitan dengan slot, ATC, tiket, dan daftar tunggu.

Menteri Perhubungan, kata Hemi, belum memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada maskapai berlogo singa bersayap tersebut.

“Hasil pertemuan tersebut masih akan dievaluasi, untuk hasilnya akan segera diketa-hui dalam waktu dekat,” kata Hemi.

Tidak menjamin

Sedangkan Edward Sirait meminta maaf dihadapan media. “Kami minta maaf atas kejadian ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Edward menyampaikan jika banyak hal yang menjadi fak-tor terjadinya keterlambatan Lion Air bukan hanya kemarin Minggu, namun juga sebelum-sebelumnya, di antaranya fak-tor cuaca.

“Misalnya kami mau ke Medan, tapi bandara tutup karena cuaca, kemudian dia-lihkan ke kota lain, menunggu. Seharusnya pesawat dipakai Aceh, jadi Medan dan Aceh telat,” Kata Edward.

Edward mengatakan, faktor keterlambatan dalam satu penerbangan sangat dinamis, oleh karena itu Lion Air tidak bisa dijamin akan selalu tepat waktu.

“Saya bukan Tuhan bisa menjamin, yang bisa jamin itu hanya Tuhan,” kata Edward.

Namun demikian, kata Edward, selama ini Lion tidak hanya berdiam diri untuk memperbaiki masalah keterlambatan yang kerap kali terjadi dalam penerbangan Lion Air.

“Buktinya OTP (on time performance) kami meningkat, terakhir bulan Mei menyentuh angka 80 bukan lagi 70 seperti bulan-bulan sebelumnya,” kata Edward.

Edward mengatakan, perba-ikan masalah penundaan tersebut atas dasar sanksi yang telah diberikan Kemhub pada Mei lalu yang masih berlaku selama enam bulan hingga Oktober mendatang.

Sanksi pelayanan penam-bahan rute baru yang diberikan lantaran sering kali penerbangan Lion terjadi tertunda, selain itu sanksi diberikan karena kasus ground handling, Lion salah menurunkan penumpang internasional ke terminal domestik.

“Kami dilarang menambah jumlah pesawat dan rute, sanksi itu cukup berat, tapi kami jalankan, kami harus berbenah dari dalam,” kata Edward. Reff. Warta Kota Rabu 3 Agustus 2016

Penjualan Hewan Kurban "Diperkirakan Harga Naik"


MENJELANG Perayaan Idul Adha, kebutuhan hewan kurban pasti akan meningkat.
Bahkan diprediksi harga hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba akan naik 15 persen dari harga normal. Itu teijadi karena permintaan yang tinggi akan hewan kurban yang benar-benar memenuhi syarat dewasa dan tidak bercacat.

Teguh Boediyana, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSK1), mengatakan, kebutuhan hewan kurban meningkat karena tidak semua sapi yang ada di Indonesia bisa dijadikan hewan kurban. Hanya sapi lokal dan jantan yang bisa dijadikan hewan kurban. Sementara sapi bakalan atau sapi bekas impor tidak bisa jadi hewan kurban karena sapi-sapi ini sudah dikebiri dari asalnya.

Saat ini harga sapi lokal di pasaran rata-rata Rp 44.000 per kilogram (kg). Mendekati Idul Adha, harganya berpo-tensi meroket di kisaran Rp 55.000 per kg hewan hidup. Kenaikan ini dinilai wajar karena hanya teijadi jelang Idul Adha, setelah itu, harga akan kembali normal.

Mengenai ketersediaan pa-sokan, Teguh optimistis tidak akan kekurangan karena dari tahun lalu banyak peternak lokal sudah menyiapkan sapi mereka untuk kebutuhan hewan kurban.

Lebih murah

Sementara itu, Kebijakan pemerintah yang membuka lebar pintu impor daging kepada swasta diharapkan dapat membuat harga lebih murah. Para importir meni-lai, harapan tersebut masuk akal dan mengklaim harga daging akan kompetitif.

Thomas Sembiring, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (ASPIDI), mengatakan, kebi- ' jakan pemerintah membuka lebar kesempatan untuk impor daging, termasuk jeroan berdampak pada bertumbuhnya bisnis importir daging dan membuat harga akan lebih murah.

Karena itu, Thomas optimistis harga daging akan kompetitif di pasaran karena para importir akan besaing. Pembukaan lebar izin impor daging ini tidak akan serta merta memudahkan masuknya importir daging dadakan, karena butuh investasi yang tidak murah. Setiap importir harus memi-liki gudang pendingin, mobil angkut berpendingin, dokter hewan dan para sumber daya manusia lainnya.

“Jadi aturan yang membuka peluang impor daging, termasuk jeroan tahun ini tidak serta merta membuat masuknya pemain baru,” kata Thomas.

Philips Lighting Buka Gerai di Bekasi

Philips Lighting membu-ka Philips Home Lighting Store ke-33 di Rukan Galaxy Boulevard City Blok RGK 580, Jalan Galaxy Boulevard Raya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (2/8). Sebagai satelit Ibu Kota, Bekasi dinilai me-miliki potensi kqnsumen yang menjanjikan, baik konsumen rumah tangga maupun ritel dan bisnis properti yang terns berkembang.

Chandra Vaidyanathan, Presiden Direktur PT Philips Indonesia, mengatakan, de-ngan pertumbuhan populasi lobih dari empat persen per tahun, kebutuhan properti di kota ini masih akan terns nicnlngkat. Apalagi akan ada 300-an blok apartemen yang dibangun di kota ini dalam masa tiga tahun mendatang.

“Ini kesempatan yang besar bagi Philips Lighting. Pembukaan gerai terbaru ini akan mendekatkan kami dengan konsumen di Bekasi,” kata Chandra.

Selain pembukaan toko ke-33 ini, dalam waktu de-kat, Philips Indonesia akan meluncurkan HUE, produk teknologi global terbaru yang akan diluncurkan pada kuartal ke empat mendatang. Perusahaan ini berkomitmen menyumbangkan Rp 1 miliar kepada UNICEF untuk me-ngembangkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Edi Marsongko, Sales Manager Branded Retail Store Philips Indonesia, mengatakan, kehadiran toko terbaru itu lebih ditujukan pada upaya memberikan solusi kepada masyarakat terkait teknologi pencahayaan. Di toko dua lantai seluas 150 meter persegi itu, konsumen akan mendapatkan pengalaman saat berbelanja di satu tem-pat di galeri pencahayaan yang bersih, menarik, dan modern.

Bukan hanya itu, jika konsumen mengalami kesulitan untuk menentukan jenis teknologi maupun perangkan pencahayaan yang dibutuh-kan, staf di gerai tersebut juga akan memberikan konsultasi gratis.

“Bahkan, kalau pun ada yang hanya membawa gambar rumah, kira-kira produk apa yang bagus untuk karakter rumah yang akan dibangun, kami akan menjelaskan dan memberikan rekomendasi, perangkat apa yang dibutuh-kan,” kata Edi Marsongko.

Toko ini hasil kemitraan Philips Indonesia dengan PT Cipta Kirana Adi Persada. Faisal, Direktur Utama PT Cipta Kirana Adi Persada, me-ngatakam, Philips adalah ja-minan kualitas, baik produk, sistem, maupun layanannya.

“Kami harap kehadiran gerai ini akan membantu masyarakat menemukan solusi pencahayaan yang dibutuhkan,” kata Faisal. 

Sumber Warta Biz 03/08/2016

 Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok

Posting Komentar

Follow by Email