Search This Blog

Minggu, 22 Mei 2016

Gunung Sinabung memuntahkan awan panas

 Kekuatan Berfikir Positif 
Gunung Sinabung memuntahkan awan panas, sehingga membuat Kondisi Desa Gamber menjadi porak poranda. Desa Gamber ini terletak di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo - Medan. Kejadi ini terjadi pada hari Minggu Tanggal 22 Mei 2016.
 Gunung Sinabung

Sementara ini sedikitnya ada lima unit sepeda motor dan satu unit rumah yang terbakar dalam peristiwa Gunung Sinabung tahun ini. Dengan adanya muntahan awan panas tersebut membuat Desa Gamber menjadi panas serta hawa yang menyengat. Dan banyak hewan yang mati terpanggang seperti Anjing.

Karena peristiwa tersebut maka Personel TNI AD pun melarang masyarakat untuk masuk ke desa Gamber agar tidak terjadi korban.

Sekarang rumah warga dipenuhi oleh abu vulkanik, serta atap rumahpun menjadi rusak berat.

Hingga saat ini, personel TNI AD menjaga desa Gamber agar tidak ada lagi warga masyarkat yang memasuki zona merah.

Pada hari Sabtu sore, Gunung Sinabung memuntahkan awan panas pada saat terjadi guyuran hujan yang sangat deras. Dengan kajadian tersebut mengakibatkan sembilan warga meninggal dunia pada saat berada di ladang mereka dan beberapa orang yang lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.
http://bebarito.blogspot.com/2016/05/gunung-sinabung-memuntahkan-awan-panas.html

Ratusan personel dari Kodim 02/05 Kabupaten Tanah Karo melakukan evakuasi warga Desa Gamber yang terletak dalam Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo, Minggu (22/05/2016) pagi.

Ada sekitar tuju warga dari Desa Gamber, yang meninggal dunia serta dua orang sedang menjalani perawatan intensif di RSUP Adam Malik, Medan, akibat terkena muntahan awan panas Gunung Sinabung.

Jarak Desa Gamber dengan Puncak Gunung Sinabung ini sekitar 4,5 kilometer, dengan demikian Desa Gamber berada dalam zona merah, sehingga masyarakat untuk sementara dilarang untuk melakukan aktivitas di kawasan desa tersebut.

Proses evakuasi warga ini langsung di pimpin oleh Dandim 02/05 Kabupaten Tanah Karo Letkol Inf Agustatius Sitepu. Pada saat evakuasi tersebut personel TNI memaksa warga agar keluar dari desa yang berada di garis merah itu.

Disamping itu, para personel tentara juga ikut membantu warga untuk mengangkat berbagai barang-barang kebutuhan rumah tangga. Dengan berbondong-bondong warga keluar dari desa Gamber dengan menggunakan truk.

"Barang bisa di beli tapi nyawa tidak dapat dibeli. Tolong warga tidak ada lagi yang berada di sini," teriak dari personel tentara.

Sementara itu, Dandim Tanah Karo, meminta masyarakat agar keluar dari desa Gamber dalam waktu lima menit. Dan juga kepada awak media di larang untuk mendekat ke daerah yang terkena awan panas.

Posting Komentar

Follow by Email