Search This Blog

Selasa, 15 September 2015

cabei hias

 Kekuatan Berfikir Positif 





Cabai tak selamanya hanya dijadikan tanaman pangan saja. Buktinya, kini sudah ada tanaman cabai hias, yang memiliki buah cabai dengan warna yang beragam. Karena memiliki keindahan serta keunikan tersendiri, cabai hias banyak ditanam di pot, yang kemudian diletakkan di dalam rumah sebagai penghias ruang.





Adapun jenis-jenisnya antara lain Pepper Razzamatas, yang mempunyai warna seperti pelangi yang unik. Cabai ini mempunyai daya adapatasi yang cukup bagus di Indonesia, sehingga tidak memerlukan teknik budidaya yang rumit dalam perawatannya. Kemudian, ada juga Pepper Orange Wonder yang juga bisa dijadikan pilihan untuk mempercantik ruang rumah Anda. Warna orange cerah menggerombol yang muncul ke permukaan tanaman, sangat kontras dengan warna daunnya sehingga mampu memberi perpaduan warna yang ciamik. Nah, bagi Anda yang sudah memiliki tanaman hias ini, berikut beberapa tips merawat tanaman tersebut.





Yang pertama, setelah membeli bibit cabai hias usahakan Anda menggunakan media tanam berupa tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1, yang mana 2 kg tanah dicampur dengan 1 kg kompos. Penggunaan media tanam tersebut, memiliki fungsi yang ampuh agar tanaman cabai hias Anda semakin berkembang dengan baik.





Lalu yang kedua, lakukan penyulaman pada tanaman tersebut. Maksud dari penyulaman adalah penggantian tanaman yang mati, ataupun yang tumbuh tak normal. Penyulaman ini bisa Anda lakukan seminggu sekali. Bila hal ini tak Anda lakukan, tanaman yang sudah mati tersebut bisa mengganggu tumbuh kembang cabai hias Anda yang lainnya.





Ketiga, sama seperti pada tanaman hias pada umumnya, cabai hias juga membutuhkan pupuk dan air sebagai pemasok nutrisi. Untuk penyiraman dapat Anda lakukan 2 kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Namun penyemprotan wajib dilakukan menggunakan handsprayer. Dengan alat tersebut, tekanan air yang diberikan kepada tanaman, tak sebesar jika menggunakan selang. Sehingga daun dan buah cabainya tak rusak ketika terkena tekanan air.





Sementara untuk proses pemupukan, ada 2 jenis pupuk yang bisa Anda gunakan yakni pupuk organik dan buatan. Namun alangkah baiknya, Anda menggunakan jenis pupuk organik. Pasalnya, pupuk tersebut bersifat alami dengan kandungan hara yang lebih kompleks dibandingkan pupuk kimia.


Dan yang keempat adalah pengajiran dan pewiwilan atau pemangkasan. Pengajiran merupakan proses pengikatan. Proses ini bertujuan agar tanaman tidak doyong. Proses pengikatan tanaman cabai pada sebatang kayu yang ditancapkan di media tanam ini, dilakukan setelah tanaman cabai hias berumur 15 hari. Sedangkan pewiwilan adalah proses pemangkasan tunas yang berada di bawah cabang pertama. Hal ini dilakukan, agar tunas baru dapat tumbuh. (sumber : jitunews.com)


Posting Komentar

Follow by Email